|
Puncta 23 Juli 2026
Kamis Biasa XVI Matius 13:10-17 Bermata tapi tak melihat Bertelinga tapi tak mendengar Bermulut tapi tak menyapa Berhati tapi tak merasa Berharta tapi tak sedekah Berbenda tapi tak berzakat Berilmu tapi tak beramal Berjalan tapi tak terarah Semoga kita terhindar dari hal-hal sedemikian Semoga kita menjauh dari sifat sedemikian Beramal tapi kurang ikhlas Berjanji tapi suka lupa Bergunjing hampir tiap hari Berkata sering menyakitkan SYAIR di atas adalah puisi karya Taufik Ismail yang diaransir oleh Jaka Bimbo dan dinyanyikan sebagai lagu religi yang menyentuh hati. Puisi ini menjadi sindiran bagi kita semua yang mengagung-agungkan kekayaan, kepandaian dan perilaku kita yang tak peduli dengan situasi di sekitar kita. Yesus pun mengatakan hal yang sama kepada orang-orang Yahudi pada masa itu. “Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti. Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap,” kataNya menyindir kaum Farisi. Yesus mengingatkan kita, ”Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.” Marilah kita membuka hati dan pikiran kita agar peka melihat kehidupan di sekitar kita dan berani berbuat sesuatu untuk peduli bagi mereka yang kecil, lemah, miskin dan tertindas. Di dalam diri merekalah Tuhan menghadirkan Diri-Nya, Sepercik pantun buat anda: Banyak pejabat-pejabat korupsi, Tanda mereka tak punya hati nurani. Bukalah pikiran dan hati nurani, Ulurkan tangan terbuka untuk peduli. Wonogiri, membuka hati nurani Rm. A.Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed