Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki

katekese

Confessiones Agustinus

8/28/2026

0 Comments

 
Puncta 28 Agustus 2026
Pw. St. Agustinus, Uskup dan Pujangga Gereja
Matius 25:1-13 atau RUybs Matius 23:8-12

AGUSTINUS mulai menjadi Kristen bukan pertama-tama karena belajar tentang Kitab Suci, melainkan karena sapaan pribadi Santo Ambrosius, Uskup Milan. 

Keramahan, kelembutan dan sikap kebapaan Ambrosiuslah yang menuntun Agustinus menjadi Kristen.

Dalam Buku “Confessiones”  Bab X-XIII, Agustinus menulis, "Abdi Allah itu menerimaku dengan sikap kebapakan, dan sebagai seorang uskup sejati dinyatakannya kesenangannya akan pemindahan saya."

Kebijaksanaan Ambrosius bukan hanya karena dia pandai berkotbah, tetapi lebih-lebih sikap keramahan dan kebapaannya kepada semua orang. 

Ia menerima siapapun dengan hospitalitasnya yang tinggi kepada seluruh umat. Karena sikapnya itu Agustinus runtuh dan terbawa menjadi Kristen.

Dalam Injil Yesus menggambarkan Kerajaan Allah dengan lima gadis bijaksana dan lima gadis yang bodoh. 

"Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki. 

Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana. Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak, sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka."

Mereka yang bijaksana tidak hanya membawa pelita tetapi juga minyak dalam buli-buli untuk persediaannya. Mereka memikirkan segala kemungkinan yang akan terjadi dan bersiap-siap hadapi kemungkinan terburuk.

Kebijaksanaan bukan hanya hasil olah pikir tetapi juga muncul sebagai sikap atau attitude yang baik dalam perilaku sehari-hari. 

Agustinus bertobat dari kehidupan yang jauh dari Tuhan karena kebijaksanaan Ambrosius yang nampak dari sikap kebapaannya.

Karena kebijaksanaannya gadis-gadis itu diperkenankan masuk ke dalam perjamuan pesta. Karena kebijaksaan Santo Ambrosius, Agustinus diselamatkan jiwanya kepada Kristus. 

Sampai Agustinus merasa menyesal mengapa dia begitu terlambat mengenal Kristus.

“Betapa lambat aku akhirnya mencintai-Mu, Oh Keindahan lama yang selalu baru, betapa lambat Kau kucintai!” demikian doanya yang ditulis dalam bukunya, “Confessiones.” 

Mari kita hidup dengan bijaksana agar memperoleh keindahan cinta Tuhan seperti Santo Agustinus.

Sepercik pantun buat anda:
Orang-orang Pati menuju ke Jakarta,
Mereka menuntut keadilan dan tindakan nyata.
Kebijaksanaan itu bukan hanya kata-kata,
Tetapi perilaku yang membuat orang bahagia.

Wonogiri, marilah bersikap bijaksana
Rm.A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments



Leave a Reply.

    Archives

    December 2034
    August 2026
    July 2026
    June 2026
    May 2026
    April 2026
    March 2026
    February 2026
    January 2026
    December 2025
    November 2025
    October 2025
    September 2025
    August 2025
    July 2025
    June 2025
    May 2025
    April 2025
    March 2025
    February 2025
    January 2025
    December 2024
    November 2024
    October 2024
    September 2024
    August 2024
    February 2024
    February 2022
    January 2022
    December 2021
    November 2021
    October 2021
    July 2021

    Categories

    All
    Hello Romo!
    Katekese
    Puncta
    Rubrik Alkitab

    RSS Feed

Site powered by Weebly. Managed by Rumahweb Indonesia
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki