Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki

katekese

Dihantam Badai Gelombang

6/30/2026

0 Comments

 
Puncta 30 Juni 2026
Selasa Biasa XIII
Matius 8:23-27

BEBERAPA kali kami bepergian dari Ketapang ke Pontianak lewat Sukadana dengan naik kapal atau sebaliknya pulang dari Pontianak melewati Teluk Batang harus melewati angin badai dan ombak besar yang menghantam kapal.

Pernah kami pulang dari Pontianak harus berhenti di Teluk Batang karena ombak sangat tinggi di laut. Tengah malam yang gelap kami mengalami ketakutan karena kondisi cuaca yang ekstrem. 

Suara angin yang kencang dan ombak tinggi yang mengguncang sangat terasa di kapal.

Nakhoda memberitahu bahwa kapal harus berhenti karena tidak mungkin menerjang ombak. Dalam ketakutan dan rasa was-was para penumpang hanya dapat berdoa agar diberi keselamatan. 

Dengan kapal yang terkatung-katung menunggu nasib yang tak jelas, kami mendaraskan doa-doa. 

Rosario kupegang erat-erat di tangan sambil bibir tak henti-henti memohon kepada Tuhan agar dibebaskan dari bahaya mengancam.

Pikiran sudah melayang jauh; bagaimana kalau aku mati tenggelam di laut, jauh dari rumah dan sanak saudara? Apakah mayatnya bisa ditemukan? Ataukah hanya tinggal nama tertulis di kayu salib? Pikiran itu berkelebat di benakku.

Setelah tiga jam menunggu akhirnya nakhoda mengumumkan berani melanjutkan perjalanan setelah angin reda dan ombak tenang melandai. 

Aku turun dari kapal dan melanjutkan perjalanan dengan sepeda motor ke Ketapang menempuh jalan berlubang selama tiga jam lagi.

Para murid menghadapi angin dan badai saat menyeberang danau dengan perahu. Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur.

Mereka ketakutan dan panik diterjang bahaya yang mengancam. Mereka membangunkan Yesus dan berteriak, “Tuhan, tolonglah kita binasa.” 

Ketakutan dan kepanikan melanda para murid. Mereka sangat was-was padahal Tuhan ada bersama mereka.

Yesus berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali. 

Ya, kita diingatkan, mengapa kita takut, kalau Tuhan bersama kita?

Kita percaya Tuhan Mahakuasa. Tetapi sering itu hanya dalam pikiran saja. Kalau sedang mengalami bahaya yang mengancam, kita malah tidak percaya kalau Tuhan dekat dan berkuasa atas alam semesta.

Seperti para murid itu, kita diperingatkan agar punya iman dan berani percaya kepada-Nya. Tidak usah takut kalau Tuhan bersama dengan kita, dalam keadaan apapun. 

Sepercik pantun buat anda:
Lima sarjana muda sudah mati,
Sebelum mereka kerja di koperasi.
Badai dan topan menghantui,
Percayalah Yesus ada disini.

Wonogiri, jangan takut
Rm.A.Joko Purwanto, Pr
0 Comments



Leave a Reply.

    Archives

    December 2034
    May 2026
    April 2026
    March 2026
    February 2026
    January 2026
    December 2025
    November 2025
    October 2025
    September 2025
    August 2025
    July 2025
    June 2025
    May 2025
    April 2025
    March 2025
    February 2025
    January 2025
    December 2024
    November 2024
    October 2024
    September 2024
    August 2024
    February 2024
    February 2022
    January 2022
    December 2021
    November 2021
    October 2021
    July 2021

    Categories

    All
    Hello Romo!
    Katekese
    Puncta
    Rubrik Alkitab

    RSS Feed

Site powered by Weebly. Managed by Rumahweb Indonesia
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki