|
Puncta 25 Agustus 2026
Selasa Biasa XXI Matius 23: 23-26 URUSAN makan memakan untuk anak-anak menyita seluruh negara. Semua anggaran harus dialokasikan untuk dapur-dapur makanan. Sampai-sampai pemerintah daerah harus melakukan efisiensi anggaran untuk pembangunan infrastruktur demi urusan makanan. Anggaran pendidikan diserap banyak untuk urusan makan. Sampai kita lupa membayar gaji guru-guru dan honorer. Belum lagi masih banyak sekolah yang rusak dan tak terawat. Banyak Pemda yang sekarang alami kesulitan membayar gaji mereka dan tidak bisa memperbaiki gedung sekolah karena dananya diserap untuk memberi makan. Yang kecil-kecil dan remeh temeh diurusi, tetapi yang pokok-pokok dan penting malah tidak disentuh sama sekali. Urusan makan bisa diserahkan kepada ibu-ibu dan kantin sekolah. Pemerintah bisa fokus ngurus kesejahteraan guru dan perbaikan fasilitas pendidikan. Ujung-ujungnya bisa ditebak yaitu bagi-bagi proyek dan cepet-cepetan korupsi. Sial saja bagi mereka yang ketangkap KPK karena terlalu serakah dan kurang halus dan lembut mainnya. Akibatnya rakyat kecil banyak yang jadi korban. Yesus mengkritisi sikap kaum Farisi yang terlalu banyak mengurusi hal-hal remeh temeh ketimbang hal mendasar dan utama. Hal-hal kecil diurus seperti persepuluhan untuk membeli bumbu-bumbu (selasih, adas manis dan jintan). Hal yang lebih utama dan mendasar seperti keadilan, belas kasih dan kesetiaan diabaikan. Sibuk dengan urusan yang tidak penting, tetapi malah mengabaikan hal-hal yang penting, itulah kritik Yesus melihat praktek hidup kaum Farisi. Maka Yesus memberi solusi dengan berkata; “Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.” Untuk bisa melakukan hal itu, kita harus dilatih melakukan “discretio spirituum” atau seni membedakan mana roh yang baik dan mana roh yang menyesatkan. Ini adalah latihan bagi seseorang untuk memeriksa batin dan memilah-milah gejolak perasaan agar bisa mengambil keputusan yang selaras dengan kehendak Tuhan. Dalam hidup sehari-hari discretio dimaknai sebagai kebijaksanaan batin seseorang agar tidak mudah tertipu oleh niat terselubung, rayuan manis, atau pengaruh buruk di balik hal-hal yang tampaknya bagus dan indah di permukaan. Discretio membantu kita untuk merenungkan sabda Yesus agar “Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.” Sepercik pantun buat anda: Naik atap untuk perbaiki genting, Berjaga kalau hujan deras melanda. Belajar memilah mana yang penting, Bertindak demi kebaikan bersama. Wonogiri, belajar buat discretio Rm. A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed