|
Puncta 22 Juli 2026
Pesta St.Maria Magdalena Yohanes 20:1..11-18 PIALA DUNIA telah berakhir. Spanyol menang dengan perkasa untuk membawa pulang piala. Di tengah lapangan Messi dan tim Argentina tertunduk lesu. Ketika kapten Argentina ini menuju ke tribun penonton, namanya diserukan oleh seluruh suporter’ “Messi! Messi! Messi!” Pecahlah tangisnya dan tetes air mata membasahi wajahnya. Messi tidak menangis karena kalah. Menang dan kalah sudah biasa baginya. Tetapi kesedihannya adalah berpisah dengan fans yang selama ini telah membesarkannya. Messi harus meninggalkan panggung sepakbola karena empat tahun lagi pasti tak mungkin membela negaranya karena usianya tak lagi muda. Kesedihan yang sangat besar dari Messi sendiri tetapi juga bagi Argentina dan pecinta sepakbola dunia. Selama dua dekade Messi mencetakkan prestasi yang luar biasa. Ia telah memiliki semuanya dalam kancah sepakbola. Gelar GOAT (Greatest Of All Time) pantas disematkan padanya karena prestasi individu dan tim yang dibelanya. Namun perpisahan jugalah yang harus dialami setiap orang. Messi harus berpisah juga dengan Argentina dan semua fans yang memujanya. Seperti kata Madonna dalam lagu Don’t Cry for Me Argentina. Ketenaran, kekayaan, kemuliaan tak ada gunanya lagi, harus ditinggalkan. I had to let it happen, I had to change, Couldn't stay all my life down at heel, Looking out of the window, staying out of the sun. So I chose freedom, Running around, trying everything new. But nothing impressed me at all, I never expected it to. Don't cry for me Argentina, The truth is I never left you. All through my wild days, My mad existence I kept my promise. Don't keep your distance. Maria Magdalena mengalami kesediahan yang mendalam karena kehilangan Yesus yang mati. Ia sangat putus asa karena Yesus adalah segalanya bagi hidupnya yang telah hancur. Ia menangis di dekat makam Yesus dan hilang akal atas situasi dan kondisi hidupnya. Namun Yesus datang. Ia menyapa dan menyebut namanya secara pribadi.”Maria! Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru. Perjumpaan singkat yang mengubah segalanya. Sapaan Yesus membawa hidup baru. Yesus harus pergi kepada Bapa. Maria harus berpisah dengan-Nya. Namun perpisahan yang penuh janji dan harapan. Maria Magdalena diminta memberi warta sukacita kepada murid-murid yang lain bahwa Yesus hidup. I had to let it happen, I had to change, Couldn't stay all my life down at heel, Looking out of the window, staying out of the sun. So I chose freedom, Running around, trying everything new. But nothing impressed me at all, I never expected it to. Syair ini bisa menggambarkan bagaimana Maria Magdalena berubah. Dia tidak diam saja dan memandang dunia sekitarnya, tetapi berlari cepat-cepat untuk membawa warta bahagia. Tak ada yang paling mempesonakannya selain melihat Tuhan yang bangkit. Di balik kegagalan, kesedihan dan kehancuran ada berkah yang menjanjikan dan memberi harapan. Peristiwa Messi, Argentina atau Maria Magdalena bisa menjadi Blessing indisguise bagi kita semua. Sepercik pantun buat anda: Messi pulang dengan tangisan, Dia banyak memberi pelajaran. Jangan larut dalam kesedihan, Tuhan datang membawa harapan. Wonogiri, ada blessing indisguise Rm. A.Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed