|
Puncta 25 Februari 2026
Rabu Prapaskah I Lukas 11:29-32 PEPATAH Budha mengatakan, “Kalau ada orang yang menunjuk rembulan, hanya orang bodoh yang melihat jari telunjuknya." Pepatah ini merupakan sindiran agar orang mampu menilai melampaui apa yang nampak yakni rembulan di atas sana. Jangan hanya terpaku pada apa yang kelihatan (jari telunjuknya sendiri). Misalnya, kita merasa sukses sudah menandatangani perjanjian pengurangan tarif resiprokal antara Indonesia dan Amerika Serikat. Kita puas US menurunkan pajaknya dari 32% ke 19% terhadap barang masuk dari Indonesia ke Amerika. Tapi kita diminta mengijinkan barang-barang US masuk Indonesia dengan bebas. Kita juga diharuskan memfasilitasi pembelian barang dan jasa Amerika senilai USD 33 miliar. Jangan hanya melihat angka-angka prosentase perjanjian. Di balik semua itu kita sedang dijajah oleh hegemoni kekuaan ekonomi dan politik Amerika. Trump sedang menancapkan pengaruh politiknya di Indonesia. Politik luar negeri kita yang bebas aktif dan kebijakan swasembada pangan untuk produk dalam negri sedang kita pertaruhkan. Kalau tidak hati-hati, kita sedang menjual kemerdekaan dan kedaulatan kita kepada orang asing. Itu hal yang tidak tampak tapi berdampak ke depan. Jangan hanya mendengar siaran pers dalam bahasa diplomasi yang sopan santun, tetapi bacalah isi dan makna perjanjian yang telah ditandatangani mewakili 250 juta penduduk Indonesia. Pepatah di atas bisa diungkap begini, “Jangan hanya melihat tinta emas pena yang dipakai untuk tanda tangan, tapi lihatlah isi perjanjian yang ditandatangani.” Seperti dalam bacaan Injil hari ini. Yesus juga menyindir orang-orang pada zaman-Nya. "Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus “ Orang-orang hanya terpaku pada tanda-tanda lahiriah saja, namun mereka tidak sampai melihat secara dalam kehadiran Yesus yang membawa warta keselamatan. Mereka berhenti melihat mukjizat-Nya tetapi tidak percaya pada pemberi-Nya. Marilah kita belajar peka melihat tanda-tanda zaman dan dapat menilai apa yang ada di dalamnya. Jangan menilai sebuah buku hanya dengan melihat covernya, tapi baca dan pahami isinya. Sepercik pantun buat anda: Kita buat perjanjian dengan Amerika, Tapi yang menentukan semua sana. Bukan tanda-tanda yang paling utama, Tetapi imanlah yang menyelamatkan kita. Wonogiri, apa gunanya tanda-tanda? Rm. A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed