|
Puncta 30 April 2026
Kamis Paskah IV Yohanes 13:16-20 DALAM pertandingan sepakbola kadang kekalahan terjadi karena gol bunuh diri yang dilakukan teman dalam satu team. Gol bunuh diri biasanya dilakukan dengan tidak sengaja. Misalnya yang pernah terjadi pertandingan antara Kolombia dan Amerika Serikat di ajang Piala Dunia. Andres Escobar secara tidak sengaja membelokkan bola ke gawang sendiri yang menyebabkan Kolombia tersingkir dari Piala Dunia 1994. Sepulangnya ke tanah air, Escobar ditembak mati di luar sebuah kelab malam, yang diduga kuat berkaitan dengan kekecewaan sindikat judi atas gol tersebut. Namun ada gol bunuh diri yang dilakukan dengan sengaja. Dalam pertandingan play-off Madagaskar tahun 2002, SO I'Emyrne sangat marah dengan keputusan wasit di pertandingan sebelumnya. Mereka memutuskan untuk membuat satu pernyataan terbesar yang pernah ada dalam sejarah sepak bola. Mereka sengaja mulai mencetak gol bunuh diri melawan AS Adema. Mereka menendang bola kembali ke gawang sendiri di setiap tendangan awal dan kalah dengan skor sangat-sangat telak 149-0. Gol bunuh diri bisa dianggap sebagai pengkhianatan dari sebuah team yang bertanding untuk menang. Yesus mengungkapkan kepada murid-murid-Nya bahwa akan ada yang berkhianat. Ia sudah tahu sejak awal. Maka Dia berkata, “Bukan tentang kamu semua Aku berkata. Aku tahu, siapa yang telah Kupilih. Tetapi haruslah genap nas ini: Orang yang makan roti-Ku, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku.” Dari antara mereka akan ada yang berkhianat, menyerahkan nyawa-Nya. Untuk menjadi murid memang kita dituntut percaya kepada guru atau pelatih yang membimbing kita. Murid tidak mencari kehebatan sendiri atau mengejar ambisinya sendiri. Menjadi murid tidak untuk melebihi gurunya, tetapi untuk mengembangkan bakat dan talenta yang diberikan. Pelatih Mike Tyson pasti kalah jika bertanding dengan si Leher Beton. Tetapi Mike Tyson sangat menghormati pelatihnya. Ia tetap percaya dan mengikuti aba-aba atau perintah sang pelatih. Begitu pun menjadi murid Yesus dituntut untuk percaya dan setia mengikuti perintah-Nya. Kepada murid-murid yang setia, Yesus berkata, “Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya.” Mari kita mewujudkan kepercayaan kita dengan menjalani perintah-perintah-Nya. Sepercik pantun buat anda: Di jembatan Cangar ada kasus bunuh diri, Gegara patah hati karena tidak direstui. Jadi murid Yesus jangan mudah patah hati, Suka ngambek karena doanya tidak dipenuhi. Wonogiri, menjadi murid yang setia Rm. A.Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed