|
Puncta 1 Maret 2026
Minggu Prapaskah II Matius 17:1-9 KALIMAT di atas mengingatkan kita kepada kisah hidup RA.Kartini, gadis muda dari Jepara yang terkungkung oleh budaya patriakhi di suatu zaman. Tulisan-tulisannya menyiratkan sebuah perjuangan dan harapan bahwa suatu saat perempuan-perempuan Indonesia dapat memiliki hak kebebasan yang sama seperti kaum lelaki. Kartini harus berjuang agar perempuan dibebaskan menentukan hak dan pilihan hidupnya sendiri. Perjuangan itu tidak mudah, harus menghadapi tembok penjajahan kaum lekaki. Namun kini perempuan telah memiliki hak yang sama dengan laki-laki. Itu semua berkat perjuangan cita cita Kartini. Kartini telah mencicipi sedikit kebebasan ketika dia bisa mengenyam pendidikan. Hal itu yang dia perjuangkan agar semua perempuan memiliki hak yang sama untuk maju dan bebas oleh belenggu adat dan budaya yang menindas. Yesus mengajak para murid-Nya untuk naik ke sebuah gunung. Di sana mereka melihat sekilas kemuliaan Yesus. Peristiwa transfigurasi ini mengajak para murid mencicipi sedikit kemuliaan ilahi. Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang. Penampakan bersama Musa dan Elia menyatakan bahwa kehadiran Yesus adalah penggenapan dan penerusan wahyu Allah sejak zaman para nabi. Allah senantiasa hadir menyelamatkan umat manusia. Penegasan itu disampaikan oleh Bapa yang terdengar dari suara di dalam awan yang menaungi mereka. “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.” Petrus dan kawan-kawannya ingin menikmati kemuliaan itu untuk mereka sendiri. Tetapi Yesus mengingatkan bahwa mereka harus turun gunung dan kembali menjalani kehidupan sehari-hari. Tidak ada kemuliaan tanpa penderitaan. Tidak ada Paskah tanpa salib Golgota. Habis gelap terbitlah terang. Kegelapan salib di Golgota menerbitkan terang kebangkitan Tuhan. Perjuangan hidup akan menghasilkan kemuliaan yang penuh sukacita. Yesus mengajak para murid untuk turun gunung menghadapi salib kehidupan. Menjadi murid-murid Yesus berarti siap menerima realitas salib, tetapi jika kita tetap setia tinggal dengan-Nya maka kemenangan Paskah pun akan menjadi milik kita. Mari kita jalani masa prapaskah ini dengan setia dan kelak kita akan memetik buah kemenangan Paskah. Sepercik pantun buat anda: Berakit-rakit ke hulu, Berenang-renang ke tepian. Kita berjuang lebih dahulu, Kita petik buah kebahagiaan. Wonogiri, terus berjuang dengan setia Rm.A.Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed