|
Puncta 13 Juli 2026
Senin Biasa XV Matius 10:34-11:1 SEORANG umat pernah berkisah bahwa keluarganya yang memilih mengikuti Yesus dijauhi oleh saudara-saudaranya. Ketika orangtuanya masih hidup, mereka rukun-rukun saja. Namun setelah orangtuanya meninggal, mereka berpisah karena perbedaan iman. Keluarga Katolik ini perlahan-lahan dijauhi. Salah seorang saudaranya pernah berkata, ”Mas tinggal hari raya ini saja saya dan anak istri datang berkunjung di sini, tahun depan saya sudah tidak akan datang lagi karena keluargamu jadi Nasrani” Saudara yang lain lagi menyalahkan karena mengikuti Yesus maka keluarganya tidak bisa kaya. Maka mereka membujuk untuk meninggalkan imannya agar bisa kaya. Mereka bilang menjadi miskin itu karena dikutuk Tuhan. Inilah konsekwensi mengikuti Yesus. Dalam perikope hari ini, Yesus bukan mau mengajarkan tentang perpecahan, kekerasan dalam rumah tangga dan masyarakat. Tetapi kondisi itu akan dihadapi para murid karena pilihan ikut Yesus. Kesulitan-kesulitan di tengah keluarga akan muncul akibat keputusan menjadi murid Yesus. Kehadiran Yesus menyebabkan perbedaan pilihan dan akibatnya akan ada pemisahan di antara anggota keluarga. “Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.” Inilah konsekwensi salib yang harus dipikul para murid Yesus. “Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.” Maksud “salib” di sini dipahami sebagai penderitaan yang ditanggung oleh seseorang karena menjadi pengikut Yesus. Salib yang paling berat adalah ketika orang itu ditolak atau dijauhi oleh anggota keluarga sendiri. Mereka menghakimi bahwa penderitaannya karena jadi Katolik. Rejeki seret karena jadi Katolik. Seorang murid Yesus harus sanggup menanggung salib seperti ini. Namun Yesus berjanji barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. Dia akan menganugerahkan kehidupan dan keselamatan kekal bagi mereka yang dengan teguh dan gigih berjuang sampai akhir. Maukah kita tekun berjuang? Sepercik pantun buat anda: Pak jaksa uangnya berkarung-karung, Juga emas batangan yang menggunung. Murid Yesus harus berani bertarung, Melawan godaan yang bikin linglung. Wonogiri, ikut memikul salib Rm.A.Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed