|
Puncta 18 Agustus 2026
Selasa Biasa XIX Matius 19:23-30 DEWABRATA adalah pewaris Kerajaan Astina. Ia diasuh oleh ayahnya sendiri, Raja Sentanu karena ibunya, Dewi Gangga moksa ke Kahyangan. Sebagai raja, Sentanu ingin memiliki permaisuri. Ia jatuh cinta kepada Dewi Satyawati dan ingin menyuntingnya. Tetapi Satyawati memiliki syarat yang harus ditepati. Ia menuntut keturunannyalah yang berhak menjadi raja atas Hastinapura. Sentanu merasa gundah gulana karena tahta kerajaan telah diberikan kepada Dewabrata. Memikirkan hal ini membuatnya jatuh sakit. Dewabrata yang sangat mencintai ayahnya dan kerajaan Hastina bersumpah bahwa dia tidak akan menjadi raja demi kebahagiaan ayahnya. Untuk meyakinkan Dewi Satyawati, dia juga bersumpah akan menjadi brahmacarin atau wadat seumur hidup, tidak akan menikah agar darah Barata tidak berebut tahta dan harta. Ia rela meninggalkan harta, tahta dan wanita demi kebahagiaan ayahnya dan kedamaian serta kerukunan rakyat Hastinapura. Maka karena sumpahnya yang hebat itu, Dewabrata diberi julukan Bhisma, artinya ‘Sumpah atau ucapan yang dahsyat.” Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, akan sulit bagi orang kaya untuk memasuki Kerajaan Surga. Sekali lagi Kukatakan kepadamu: Lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.” Yesus mengingatkan bahwa harta kekayaan bisa menjadi penghambat bagi kita untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga. Jika kita tidak berhati-hati, kita bisa diperbudak oleh harta dan kekuasaan. Dewabrata menyadari itu dan dia lebih memilih tujuan yang lebih luhur yaitu kedamaian, kerukunan dan kebahagiaan seluruh bangsanya. Dia merelakan dirinya tidak naik tahta, meninggalkan harta kekayaan demi kesejahteraan rakyat Hastinapura. Bisma dihormati oleh darah Barata karena pengorbanannya dan kebijaksanaannya. Namanya senantiasa dikenang baik oleh para Pandawa maupun Kurawa. Petrus juga bertanya, “Lihatlah, kami telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Engkau; Lalu apa yang akan kita peroleh?” Yesus menjawab, “Setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudara laki-laki atau perempuannya, ayah atau ibunya, anak-anaknya atau tanah miliknya, akan menerima kembali seratus kali lipatdan akan memperoleh hidup kekal.” Kita boleh kaya, tidak ada larangan untuk itu. Tetapi pergunakanlah kekayaanmu untuk mencari Kerajaan Surga dan demi kebahagiaan yang lestari bersama dengan merekayang berkekurangan. Hidup hanya sesaat, gunakanlah dengan sebaik-baiknya. Sepercik pantun buat anda: Perayaan kemerdekaan terasa sangat sepi, Tidak ada panjat pinang dan lomba-lomba. Harta kekayaan jangan membutakan hati, Pergunakan untuk kesejahteraan bersama. Wonogiri, harta untuk cari surga Rm. A.Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed