Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki

katekese

Home Alone yang Inspiratif

4/7/2026

0 Comments

 
Puncta 7 April 2026
Selasa Oktaf Paskah
Yohanes 20:11-18

KETIKA hari liburan Natal tiba, keluarga McCallister sibuk menyiapkan segala sesuatu. Malam sebelum berangkat, terjadi kekacauan karena Kevin berantem dengan Buzz kakaknya. 

Ibunya yang capek, penat, lelah karena memikirkan segala persiapan. Ia marah dan mengunci Kevin di loteng.

Makan malam yang kacau, hujan dan angin kencang memadamkan listrik, alarm mati sehingga mereka terlambat bangun. Mereka harus cepat-cepat ke bandara agar tidak ketinggalan pesawat.

Sungguh malang, karena terburu-buru, bingung dan kacaunya pikiran, Kevin tertinggal di loteng rumah yang terkunci. Di situlah Film “Home Alone” memulai ceritanya. 

Kebingungan, kesedihan, kegalauan membuat logika pikir tidak berjalan. Sama seperti kita yang kadang bingung mencari kacamata padahal barang itu ada di atas kepala kita. Kiranya begitu juga yang dialami Maria Magdalena.

Dia sedih, galau, bingung kehilangan Gurunya. Ketika dia berada di kubur dia bingung karena jenasah Yesus tidak ada di dalamnya. 

Pikirannya kacau dan bingung. Dia jadi lupa segalanya. Bahkan dengan apa yang pernah dikatakan Yesus kepada murid-murid-Nya.

Dia tidak mengenali Yesus yang ada di dekatnya. Dia mengira orang itu adalah tukang taman yang mengurusi makam. 

Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: "Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya."

Namun ketika suara khas sang Guru yang sering menyapanya, “Maria!” dia baru tersadar dan mengenali bahwa itu adalah Yesus sendiri. 

Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru.

Tuhan itu menyapa kita secara pribadi. Tuhan mengenal nama kita masing-masing. Hanya sering kali kita tidak melihat bahwa itu adalah suara Tuhan sendiri. Kita kurang peka pada suara Tuhan yang memanggil kita.

Setiap orang memiliki pengalaman disapa oleh Tuhan. Seperti Maria, kita juga dipanggil untuk mewartakan pengalaman kegembiraan itu kepada orang lain.

"Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu."

Iman akan Yesus tidak hanya dipegang untuk diri sendiri. Tetapi ditularkan, diberitakan dan disampaikan kepada banyak orang. 

Perjumpaan dengan Tuhan selalu merubah seseorang. Apakah kita juga dirubah oleh Tuhan pada peristiwa Paskah ini?

Sepercik pantun untuk anda:

Ke Banyuwangi melihat tarian Osing,
Sangat digemari oleh wisatawan asing.
Tuhan menyapa kita masing-masing,
Ia hadir dalam hidup sebagai pendamping.

Wonogiri, mengenali suara Tuhan
Rm. A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments



Leave a Reply.

    Archives

    December 2034
    April 2026
    March 2026
    February 2026
    January 2026
    December 2025
    November 2025
    October 2025
    September 2025
    August 2025
    July 2025
    June 2025
    May 2025
    April 2025
    March 2025
    February 2025
    January 2025
    December 2024
    November 2024
    October 2024
    September 2024
    August 2024
    February 2024
    February 2022
    January 2022
    December 2021
    November 2021
    October 2021
    July 2021

    Categories

    All
    Hello Romo!
    Katekese
    Puncta
    Rubrik Alkitab

    RSS Feed

Site powered by Weebly. Managed by Rumahweb Indonesia
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki