|
Puncta 22 April 2026
Rabu Paskah III Yohanes 6:35-40 SEORANG sahabat terkena sakit kanker. Ia sudah divonis dokter. Suatu kali dia minta kepada istrinya untuk mengundang rama merayakan Ekaristi di rumahnya. Bersama beberapa teman kami merayakan Ekaristi, sementara dia terbaring di kamarnya. Begitu ajaibnya, beberapa waktu setelah Ekaristi itu keadaannya mulai membaik. Dia mulai bisa duduk, berlatih berjalan dan sedikit berbicara. Ini semua sangat menggembirakan. Kami merasa daya Ekaristi sungguh luar biasa. Di Paroki saya, ada sepasang suami istri yang setiap hari rajin ke gereja mengikuti Ekaristi. Saya bertanya kepada sang suami, kenapa tiap hari rajin berdua ikut Ekaristi pagi? Bapak itu menjawab, “Rama, istri saya pernah mengalami kecelakaan yang hampir merenggut jiwanya. Kami merasa ini adalah anugerah Tuhan yang memberinya kesempatan kedua untuk hidup. Kami harus datang kepada Yesus seolah-olah hari esok sudah tidak ada lagi.” Saya jadi ingat lirik lagu berjudul “If Tomorrow Never Come.” If tomorrow never comes, will she know how much I loved her. Did I try in every way to show her every day that she's my only one and if my time on earth were through and she must face this world without me. Is the love I gave her in the past, gonna be enough to last, If tomorrow never comes. Pasutri itu rajin datang menyambut Kristus Sang Roti Hidup, seolah-olah esok hari sudah tidak akan datang lagi. Mereka menyiapkan diri untuk keselamatan kekalnya dengan menyambut Tubuh Kristus Roti Kehidupan setiap pagi. Yesus telah bersabda, “Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.” Santo Yohanes Maria Vianey pernah berkata, “Orang yang tidak datang dan menyambut komuni itu seperti orang yang sekarat dan kehausan yang berada di tepi sumber mata air.” Ekaristi adalah sumber mata air. Kalau kita kehausan kita tinggal datang kepada Yesus dalam Ekaristi. Jangan kita seperti pepatah yang berkata, “anak ayam mati di lumbung padi." Yesus adalah lumbung sumber kehidupan kita, marilah kita datang kepada-Nya agar kita memperoleh hidup dalam segala kepenuhannya. Sepercik pantun buat anda: Jangan tertipu oleh rayuan bunga bank tinggi, Belajarlah dari Sr.Natalia yang nabung di BNI. Yesus selalu hadir dalam perayaan Ekaristi, Dialah sumber hidup yang tak pernah berhenti. Wonogiri, Yesus sang sumber air hidup Rm. A.Joko Purwanto,Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed