|
Puncta 25 Mei 2026
PW. St. Perawan Maria Bunda Gereja Yohanes 19:25-34 KETIKA saya bertugas di Nanga Tayap, Ketapang, ada seorang bapak yang hobynya berburu ke hutan. Dia bercerita pernah menembak seekor induk Lutung atau kera di hutan. Binatang itu jatuh ke tanah dan meringis menahan sakit. Ia masih menggendong anaknya. Ketika bapak itu menghampirinya, induk kera itu sambil menangis – terlihat air mata menetes dari kedua kelopak matanya – mengulurkan tangan dan menyerahkan anaknya kepada si penembak. Seperti seorang ibu yang memasrahkan nasib anaknya kepada si pembunuhnya, induk itu terus mati lemas kehabisan darah. Bapak itu menangis iba dan haru. Ia menerima anak kera itu dan dibawa ke rumahnya. Ia memelihara anak kera itu sampai dewasa dan kemudian melepasnya ke habitat asalnya. Sejak saat itu bapak ini tidak pernah mau lagi berburu ke hutan. Sebelum Yesus wafat di salib, Ia melihat Maria, Ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu!" Kemudian kata-Nya kepada murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya. Yohanes menjadi wakil dari Gereja yang telah lahir pada hari raya Pentakosta. Oleh Yesus Gereja diserahkan kepada Maria Ibu-Nya, agar Maria menerima kita sebagai anggota Gereja untuk dibimbingnya. Kita yang diwakili oleh Yohanes diberi seorang Ibu yang senantiasa mendampingi dan merawat Gereja-Nya. Maria senantiasa berjalan bersama Gereja dan menjadi ibu teladan yang menuntun kita kepada Yesus. Setelah kemarin kita memperingati hari lahirnya Gereja, sekarang kita memperingati Santa Perawan Maria sebagai Bunda Gereja, yaitu kita semua yang percaya kepada Kristus. Oleh Kristus kita diserahkan kepada perlindungan Maria. Melalui iman, kita percaya bahwa Maria adalah Bunda kita semua yang di bawah salib-Nya diwakili oleh Rasul Yohanes. Kita percaya pada Maria yang selalu menolong agar kita sampai kepada Yesus Puteranya. Sebagaimana Maria yang setia, rendah hati, ibu yang berbelas kasih dan tekun sebagai abdi Allah, kita pun berharap bisa setia dan meneladani Maria. Sepercik pantun buat anda: Banyak orang kenal si Veronika, Veronika yang om strom pu ana. Santa Maria adalah Bunda Gereja, Oleh kasihnya kita semua dipelihara. Wonogiri, doakan kami ya Bunda Rm. A.Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed