Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki

katekese

Jangan Mudah Bersumpah

6/13/2026

0 Comments

 
Puncta 13 Juni 2026
Pw. Hati Tersuci St. Perawan Maria
Matius 5:33-37 atau RUybs

KALAU kita mengikuti upacara sumpah jabatan di instansi pemerintah, semua dilakukan dengan serius dan tertib teratur. 

Sumpah jabatan adalah acara yang tidak main-main. Bahkan ada petugas agama dengan menumpangkan Kitab Suci segala. Mereka bersumpah kepada Tuhan.

Baru satu setengah tahun dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, tiba-tiba dicopot bersama dua wakilnya karena diduga melakukan korupsi program MBG oleh Kejaksaan Agung. 

Belum lama disumpah tetapi sudah melanggar dengan membuat yayasan-yayasan untuk menampung dana milyaran rupiah setiap harinya.

Bersumpah berarti meneguhkan komitmen kita pada Tuhan. Setiap sumpah bersifat mengikat karena melibatkan Allah sebagai saksi dan penjamin kita. 

Mungkin karena sumpah itu terlalu berat, para tetua Yahudi membuat celah dengan membuat sumpah yang lebih ringan.

Sumpah kepada Tuhan sangat sulit dilaksanakan, maka mereka membuat sumpah kepada bumi, langit, Yerusalem, mesbah dan benda-benda lain yang kurang mengikat. 

Kalau gagal memenuhi sumpah bisa dimaafkan. Kalau gagal bersumpah pada Tuhan sangat berat dosanya.

Dalam perikope ini Yesus ingin meluruskan pemikiran dan perilaku yang keliru dari para pemimpin Yahudi. 

Yesus sedang mengkritik sikap dan perilaku yang menipu dengan mengucap sumpah. Para pemimpin bersikap munafik dengan bertumpu pada legalisme hukum.

Sumpah-sumpah jabatan seperti hanya sebuah permainan kepura-puraan saja. Sebuah ritual yang tidak ada maknanya. Karena antara apa yang dijanjikan jauh dari apa yang dilakukan. 

Belum lama orang disumpah untuk tidak korupsi atau menerima gratifikasi, eh…..tahu-tahu sudah ditangkap KPK dan dimasukan ke jeruji besi.

Inilah situasi yang terjadi mengapa Yesus melarang orang bersumpah. Ia tidak meniadakan segala sumpah, tetapi Ia sedang menyoroti sikap hati dan kebiasaan yang menipu dengan dalih-dalih aturan-aturan agama buatan manusia. 

Yesus mengajak para murid-Nya membangun integritas dalam pelayanan. Kepercayaan itu mahal harganya dan harus dibangun dengan terus menerus. 

Orang yang dipercaya berarti diberi tanggungjawab besar. Integritas pribadi dipertaruhkan disana.

Maka Yesus berkata, “Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.” 

Di sini kita bisa mengukur kemampuan dan integritas pribadi kita.

Sepercik pantun buat anda:
Koruptor dipenjara tidak masalah,
Hartanya sudah numpuk tujuh turunan.
Janganlah kita mudah bersumpah,
Semua perbuatan harus dipertanggungjawabkan.

Wonogiri, koruptor tertawa hahahihi
Rm. A.Joko Purwanto,Pr
0 Comments



Leave a Reply.

    Archives

    December 2034
    May 2026
    April 2026
    March 2026
    February 2026
    January 2026
    December 2025
    November 2025
    October 2025
    September 2025
    August 2025
    July 2025
    June 2025
    May 2025
    April 2025
    March 2025
    February 2025
    January 2025
    December 2024
    November 2024
    October 2024
    September 2024
    August 2024
    February 2024
    February 2022
    January 2022
    December 2021
    November 2021
    October 2021
    July 2021

    Categories

    All
    Hello Romo!
    Katekese
    Puncta
    Rubrik Alkitab

    RSS Feed

Site powered by Weebly. Managed by Rumahweb Indonesia
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki