Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki

katekese

Jangan Takut Mati

6/3/2026

0 Comments

 
Puncta 3 Juni 2026
Pw. St. Karolus Lwanga dkk, martir
Markus 12:18-27 atau RUybs

PASTOR Franz Magnis Suseno baru saja merayakan ulangtahun kelahiran ke 90 di Gereja Katedral Jakarta. 

Terlahir dengan nama Maria Franz Anton Valerian Ferdinand Graf von Magnis  pada  16 Mei 1936 di Eckersdorf, Jerman — sekarang wilayah Polandia. 

Rama Magnis berasal dari keluarga bangsawan Katolik yang terhormat.

Dalam pidatonya, beliau mengucap syukur karena diberi umur sampai 90 tahun. 

“Saya bersyukur pada Tuhan. Untuk sampai usia 100 saya tidak punya cita-cita. Itu urusan Tuhan,” katanya bergurau. 

Di akhir pidatonya, beliau berbicara tentang kematian.

“Anda akan mati, saya juga akan mati. Jangan takut mati. Saya yakin apa yang tertulis dalam Kitab Suci. Allah adalah kasih.  

Kematian itu seperti seorang anak kecil yang jatuh ke rangkulan ibu yang mengasihi. Allah tidak akan meninggalkan kita,” katanya menguatkan kita.

Dalam kehidupan sesudah kematian, Allah mengasihi kita secara total. Persatuan kasih dengan Allah yang total tidak lagi membutuhkan ungkapan-ungkapan cinta lahiriah yang dangkal. 

Kaum saduki yang tidak percaya pada kebangkitan masih terbelenggu pada hal-hal duniawi.

Mereka menjebak Yesus dengan kasus tujuh laki-laki yang berturut-turut bersuamikan satu perempuan karena ingin memberikan keturunan. 

Mereka bertanya, “Begitulah seterusnya, ketujuhnya tidak meninggalkan keturunan. Dan akhirnya, sesudah mereka semua, perempuan itupun mati. 

Pada hari kebangkitan, bilamana mereka bangkit, siapakah yang menjadi suami perempuan itu? Sebab ketujuhnya telah beristerikan dia.”

Bahkan ada yang beranggapan bahwa setelah kematian, orang akan dilayani oleh puluhan bidadari di sorga. Yang laki-laki akan mendapatkan pahala keperkasaan 100 kali lipat sebagai laki-laki yang kuat.

Yesus berkata, “Kamu sesat, justru karena kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah. Sebab apabila orang bangkit dari antara orang mati, orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga.”

Orang yang telah mati, hidup bersama Allah dalam kasih yang sempurna. Keindahan sorgawi menghadirkan sebuah realitas hidup baru yang bersifat rohani-Ilahi yang tidak terikat lagi pada nafsu-nafsu duniawi. 

Yesus menggambarkan hidup kita seperti malaikat yang langsung memandang wajah Allah yang mengasihi kita.

Rama Magnis menggambarkan kasih Allah seperti pelukan ibu yang hangat, menentramkan, melegakan dan membahagiakan. 

Jangan takut mati karena Allah adalah kasih.

Sepercik pantun buat anda:
Ada gadis hamil karena mimpi halu.
Diiming-imingi masuk sorga tingkat tujuh.
Kematian berarti hidup secara baru,
Kita masuk dalam pangkuan kasih ibu.

Wonogiri, hidup bersama Allah
Rm. A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments



Leave a Reply.

    Archives

    December 2034
    May 2026
    April 2026
    March 2026
    February 2026
    January 2026
    December 2025
    November 2025
    October 2025
    September 2025
    August 2025
    July 2025
    June 2025
    May 2025
    April 2025
    March 2025
    February 2025
    January 2025
    December 2024
    November 2024
    October 2024
    September 2024
    August 2024
    February 2024
    February 2022
    January 2022
    December 2021
    November 2021
    October 2021
    July 2021

    Categories

    All
    Hello Romo!
    Katekese
    Puncta
    Rubrik Alkitab

    RSS Feed

Site powered by Weebly. Managed by Rumahweb Indonesia
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki