|
Puncta 12 Juni 2026
HR Hati Yesus yang Mahakudus Matius 11:25-30 KUNJUNGAN pastoral ke lingkungan-lingkungan kami lakukan tiap hari Rabu sore sampai malam karena jarak yang jauh. Kami menemui umat di kampung-kampung yang sederhana. Kebanyakan dari mereka adalah nenek-nenek yang lanjut usia. Pengalaman hidup menempa mereka untuk hidup apa adanya dan percaya pada kebaikan Tuhan. “Gusti punika mahasae Rama, saben dinten wontenipun namung matur nuwun,” kata mBah Samijem. (Tuhan itu mahabaik, setiap hari adanya cuma bersyukur pada-Nya) Mbah Sunardi kendati hidup sebagai umat Katolik sendirian di kampung, namun kebaikan Tuhan dirasakan melalui tetangga-tetangga sekitarnya. “Gusti mboten sare, Rama. Gusti tansah ngamping-ngampingi kula.” (Tuhan selalu ada, Tuhan selalu mendampingi saya) Orang-orang kecil, sederhana dan jujur seperti Mbah Nardi dan Mbah Samijem mengajari kita untuk percaya pada penyelenggaraan Tuhan. Seperti mereka yang percaya, Tuhan selalu ada dan memberi damai dan ketentraman. Kepasrahan hidup dan hanya mengandalkan Tuhan bisa ditemukan dalam diri kaum kecil dan sederhana. Keyakinan mereka akan penyelenggaraan Tuhan sungguh mendalam. Iman mereka tidak rumit dan “neka-neka.” Semua sudah diatur oleh Yang Mahakuasa, yang ada di atas sana. Kita tinggal menyesuaikan dengan kehendak-Nya. Semangat itulah yang dihayati juga oleh Yesus, ketika Dia berdoa, "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.” Orang kecil tidak butuh ilmu teologi yang rumit dan muluk-muluk. Mereka percaya, “Gusti mboten sare.” Tuhan tidak pernah tidur. Ia mengatur segala sesuatu baik adanya. Kita tinggal menjalani sesuai dengan kehendak-Nya. “Manungsa namung sakdrema nglampahi.” Menjalani hidup dengan keyakinan bahwa Tuhan tidak jauh dan menyelenggarakan hidup kita dengan penuh kasih sayang membawa hati menjadi teduh, damai dan tentram. Kita dicintai oleh Hati Yesus yang Mahakudus. Hati Yesus selalu berpihak pada kita yang kecil, lemah dan menderita. Ia senantiasa berbelaskasih bagi kaum kecil dan sederhana. Mari kita selalu datang kepada hati-Nya. Sepercik pantun buat anda: Orang antri sampai di jalan raya, Karena pertalite semakin langka. Yesus mengasihi yang menderita, Hati-Nya penuh belarasa dan cinta. Wonogiri, mengasihi sampai ke lubuk hati Rm. A.Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed