|
Puncta 8 Agustus 2026
Pw. St.Dominikus, Imam Matius 17:14-20 atau RUybs Lukas 9:57-62 KABINET Merah Putih yang dibentuk Presiden Prabowo memiliki total 48 menteri dan 5 kepala badan setingkat menteri, sehingga ada 53 orang pejabat setingkat menteri. Mereka didukung oleh 56 orang wakil menteri. Jadi total ada 109 pejabat di tingkat kementerian. Ini adalah kabinet paling gemuk yang pernah terjadi di era reformasi. Tetapi pertanyaannya kenapa banyak orang ngurusi negara kok keadaan masyarakat tidak tambah makmur malahan makin mundur? Kenapa juga kok militer harus turun ke ranah sipil ngurusi koperasi, MBG dan program strategis lainnya? Para menteri yang ditunjuk membantu presiden ini bisa bekerja atau tidak? Carut marut di bidang ekonomi, penegakan hukum, korupsi kok malah menjadi-jadi. Bahkan bupati, polisi dan kejaksaan ikut main jadi koruptor. Mengapa banyak yang ditunjuk membantu presiden kok tidak memiliki dampak signifikan bagi kemakmuran rakyat? Masyarakat menyindir dengan membuat lukisan mural logo peringatan kemerdekaan ke 81. Mereka melukis angka delapan dengan gambar orang gemoy, angka satu dengan orang kurus kering dan compang-camping. Di bawah logo tertulis kalimat “Indonesia Berdaulat Adil untuk yang makmur.” Pasti nanti Babinsa akan turun seperti kasus “One Piece,” Agustus tahun lalu. Yesus juga mengkritik para murid yang tidak mampu menyembuhkan seorang anak yang sakit ayan. "Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!" kata Yesus kepada mereka. Sesudah anak itu dibawa kepada Yesus, Ia menegor anak itu, lalu keluarlah setan itu dari padanya dan anak itupun sembuh seketika itu juga. Para murid bertanya, "Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?" "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana? maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu,” jawab Yesus kepada mereka. Tidak punya iman atau kepercayaan diri itulah yang terjadi. Para murid itu tidak memelihara iman yang telah dianugerahkan Tuhan. Dekat dengan Tuhan tetapi tidak berdaya guna bagi orang-orang di sekitarnya. Tidak cukup kita hanya hapal Kitab Suci, sepuluh perintah Allah, lima perintah Gereja. Tiap hari pergi berekaristi, berdoa novena atau sering berziarah. Tetapi kalau tidak mau mewujudkan imannya dengan menolong sesamanya, iman kita tidak berdaya guna, kesejahteraan tidak akan terwujud. Apakah perlu ada reshuffle di antara para murid karena tidak berdaya guna? Sepercik pantun buat anda: Naik kereta komuter ke Pamulang, Kereta macet di stasiun Bukit Duri. Kalau iman kita tidak berkembang, Kita harus refleksi perbaiki diri sendiri. Wonogiri, mohon iman yang teguh Rm. A.Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed