|
Puncta 18 Maret 2026
Rabu Prapaskah IV Yohanes 5:17-30 KETIKA melayat teman imam di Gereja Banteng, saya berjumpa dengan Rm. Marga MSF. Beliau menyalami saya dan berkata, “Saya ketemu adik Rama di Palembang waktu retret imam. Dari wajahnya saya bisa mengenali ada kemiripan kalau tersenyum. Cuma Rama Joko yang di Palembang lebih gagah dan hitam.” Ada ciri khas di antara kami kakak beradik yang mirip yakni senyumnya. Banyak orang mengenali kami sekeluarga kalau keluar senyumnya. Rama Jayasewaya almarhum kalau ketemu saya tidak menyebut nama saya, tetapi yang disebut adalah nama Bapak saya, Sridadi. “Wajahnya dan senyumnya gampang dikenali seperti Pak Sridadi,” demikian komentar Rama Jaya yang pernah mengunjungi Bapak di Pasang Surut, Palembang. Pepatah mengatakan, “Kacang mangsa ninggala lanjaran,” artinya pohon kacang panjang yang menjalar tidak akan terpisah dari kayu penopangnya (lanjaran). Dalam pepatah lain disebut, “Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.” Sifat-sifat atau karakter seorang anak tidak akan jauh dari ayah atau ibunya. Apa yang dilakukan anak seringkali meniru apa yang dibuat orangtuanya. Dalam Injil hari ini, Yesus juga menegaskan akan kesatuannya dengan Bapa. Apa yang dikerjakan Yesus berasal dari Bapa-Nya. "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau Ia tidak melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.” Inilah yang menimbulkan pertentangan dengan kaum Yahudi. Mereka menuduh Yesus menghojat Allah, karena Yesus menyamakan dirinya dengan Allah. Mereka semakin membenci dan ingin membunuh Yesus. Pekerjaan Yesus adalah pekerjaan Allah. Apa yang dikerjakan Yesus bukan kehendak-Nya sendiri melainkan kehendak Bapa yang mengutus Yesus. Yesus taat pada kehendak Allah. Siapa yang percaya kepada-Nya akan memperoleh hidup yang kekal. Kepada Filipus, Yesus pernah berkata, "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami?" Ini adalah pengajaran tentang keilahian dan kesatuan Yesus dengan Bapa. "Percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? ... Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri...". Pertanyaan itu juga ditujukan kepada kita, apakah kita percaya bahwa Yesus adalah pewahyuan Allah Bapa sendiri? Kepercayaan itu akan membawa pada keselamatan yang kekal. Sepercik pantun untuk direnungkan: Cahaya mentari mulai meredup, Menghantar datangnya sang rembulan. Yesus adalah Sang Terang Hidup, Yang menuntun kita pada keselamatan. Wonogiri, percaya pada Putera Allah Rm. A.Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed