|
Puncta 15 Juni 20206
Senin Biasa XI Matius 5:38-42 BEBERAPA waktu yang lalu tokoh penting di negri ini membuat pernyataan yang menghebohkan banyak orang Kristen karena ucapannya. Ia membahas tentang konflik agama di Poso dalam sebuah seminar. Ia beranggapan bahwa setiap agama memiliki konsep mati syahid jika membunuh musuhnya. Pandangan itu dibantah dan diprotes keras oleh orang-orang Kristen. Beberapa Ormas Kristen mengecam dan melaporkan ucapan tersebut. Umat Kristen menegaskan bahwa ajaran kekristenan tidak pernah mengenal konsep mati syahid yang dicapai dengan cara membunuh orang lain. Kalau mereka membalas ucapan itu dengan marah, sumpah serapah dan bahkan ingin menyeretnya ke meja hijau, apakah tindakan itu tidak bertentangan dengan isi ajaran Kristus sendiri? Yesus berkata: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum. Kalau kita membalas kejahatan dengan kejahatan, lalu apa bedanya? Kalau ada orang menjelekkan kita, lalu kita membalas menjelekkan mereka, apa bedanya? Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian. Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian? Maka Yesus mengajak kita berbuat lebih, berbeda dengan mereka. Ia mengajak kita untuk meniru Allah. Dia yang mengasihi manusia tanpa membeda-bedakan seperti matahari yang bersinar baik bagi orang benar, maupun orang berdosa. Maka mengasihi musuh itu diwujudkan dengan mengasihi mereka yang berbeda dengan kita. Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Lebih ekstrem lagi Yesus menuntut kita dengan perintah yang tegas. “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” Ajarin ini dipraktekkan oleh Mahatma Gandhi yang melawan kekerasan dengan tidak membalas dengan kekerasan. Hanya orang yang berbudi luhur dan berhati lembut mampu mewujudkan ajaran kasih ini. Mari kita mohon semoga kita tidak melawan kekerasan dengan kekerasan. Sepercik pantun buat anda: Naik kereta api ke Jakarta, Membeli mendoan di Bumiayu. Kasihilah sesamamu manusia, Berdoalah bagi yang membenci kamu. Wonogiri, kasihilah musuhmu Rm. A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed