Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki

katekese

Kekuasaan yang Membutakan

8/1/2026

0 Comments

 
Puncta 1 Agustus 2026
Pw.St.Alfonsus de Liguori, Uskup dan Pujangga Gereja
Matius 14:1-12 atau RUybs Matius 5:13-21

HERODES Agung dikenal sebagai raja yang licik dan kejam. Kekejamannya terlihat saat memerintahkan pembunuhan bayi-bayi di Betlehem. 

Ia takut kehilangan tahta karena ada berita dari tiga sarjana bahwa telah lahir Mesias, yang akan menjadi raja Israel.

Semua orang dicurigai akan merebut tahtanya. Bahkan anak-anak dan istrinya sendiri dibunuh karena dituduh akan melakukan kudeta. 

Tiga anaknya, Alexander, Aristobulus, dan Antipater dibunuh karena takut mereka akan merebut kekuasaannya.

Istrinya, Mariame dibunuh karena rasa cemburu yang berlebihan. Dia mencurigai Mariame bersekongkol dengan kekasihnya untuk menggulingkannya. Tahta membuatnya buta dan curiga kepada siapapun. 

Orang-orang yang diduga ingin merebut tahtanya atau mengkritik kekuasaannya pasti dibunuh atau dihilangkan tak jelas nasibnya. 

Mereka yang berseberangan akan disingkirkan. Herodes adalah raja yang anti kritik. Dia tidak mau mendengarkan masukan dari bawah.

Yohanes Pembaptis yang mengkritik perilakunya yang salah dipenggal kepalanya. Yohanes mengkritik Herodes yang merebut Herodias, istri saudaranya sendiri. 

Perilaku ini melanggar perintah Tuhan. Yohanes Pembaptis mengingatkannya agar sebagai pemimpin punya moralitas dan taat aturan. 

Yohanes Pembaptis yang berjuang menegakkan kebenaran justru dibunuh oleh Herodes. Dia menggunakan kekuasaannya untuk menekan kebenaran. Herodes takut dikritik. Siapapun yang mengkritik akan dibungkam.

Banyak penguasa yang meniru model Herodes. Suara kebenaran dibungkam dengan label-label “Antek Asing, Londo Ireng.” Kalau zaman Orba, mereka dicap PKI.

Mereka yang tidak suka kepada kebijakan pemerintah disuruh pindah ke negara lain. Kekuasaan digunakan dengan semau-maunya. Segala aturan Undang-Undang dilanggar agar keinginan penguasa bisa berjalan.

Prajurit digunakan untuk menekan dan menakut-nakuti rakyat. Herodes menggunakan mereka untuk menteror dan mengintimidasi rakyatnya sendiri agar bayar pajak. 

Rakyat dipaksa membayar pajak yang tinggi. Korupsi merajalela. Rakyat makin menderita. 

Kehadiran Yesus yang mewartakan kebenaran dan keadilan juga dicurigai dan dianggap sebagai Yohanes yang lahir kembali. 

"Inilah Yohanes Pembaptis; ia sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam-Nya."

Herodes sangat takut kehilangan kekuasaan. Maka siapapun yang berusaha mengganggunya akan dihabisi dan dimusnahkan. 

Suara kebenaran akan terus bergema selama kekuasaan hanya dipakai untuk kepentingan sendiri dan segelintir orang saja. 

Sepercik pantun buat anda:

Naik kereta menuju ke Pasuruan,
Ingin menghadap raja di Blambangan.
Kebenaran akan terus disuarakan,
Walau ada martir yang dikorbankan.

Wonogiri, suarakan kebenaran
Rm. A.Joko Purwanto, Pr
0 Comments



Leave a Reply.

    Archives

    December 2034
    July 2026
    June 2026
    May 2026
    April 2026
    March 2026
    February 2026
    January 2026
    December 2025
    November 2025
    October 2025
    September 2025
    August 2025
    July 2025
    June 2025
    May 2025
    April 2025
    March 2025
    February 2025
    January 2025
    December 2024
    November 2024
    October 2024
    September 2024
    August 2024
    February 2024
    February 2022
    January 2022
    December 2021
    November 2021
    October 2021
    July 2021

    Categories

    All
    Hello Romo!
    Katekese
    Puncta
    Rubrik Alkitab

    RSS Feed

Site powered by Weebly. Managed by Rumahweb Indonesia
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki