|
Puncta 11 Februari 2026
Rabu Biasa V Markus 7: 14-23 KALAU kita ziarah ke Israel, ada restoran atau hotel yang menuliskan kata “Kosher” di ruang makannya. Kosher berarti makanan itu harus bersih menurut tata aturan hukum Taurat atau tidak najis. Ada restoran atau toko yang melarang orang membawa makanan dari luar karena aturan najis yang mereka yakini. Berdasarkan Taurat, hewan tertentu dianggap najis, seperti babi, binatang melata, dan makanan yang tidak disembelih dengan cara ritual yang benar (non-kosher). Makanan-makanan non kosher ini membuat seseorang tidak pantas beribadat kepada Allah. Mereka dianggap najis dan harus disucikan atau dibersihkan secara ritual. Aturan halal dan tidak halal ini dijaga ketat oleh kaum Yahudi; para ahli kitab dan orang-orang Farisi. Tetapi Yesus membuat tafsiran berbeda dengan mereka. Bukan soal makanan yang masuk ke dalam tubuh yang menajiskan, tetapi apa yang keluar dari hati manusia. "Kamu semua, dengarlah kepada-Ku dan camkanlah. Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya," tegas Yesus kepada orang banyak. "Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang." Bagi Yesus, bukan apa yang masuk ke dalam diri seseorang, tetapi apa yang keluar dalam bentuk tindakan buruk itulah yang menajiskannya. Kata-kata kotor, hinaan, hujat dan sumpah serapah yang tidak sopan bisa membuat orang menjadi najis atau kotor. Perilaku jahat dan merugikan orang lain membuat kita tidak suci. Jagalah hati dan pikiran kita agar tidak mengeluarkan perilaku yang buruk dan jahat terhadap sesama. Tindakan seperti itulah yang mengotori hidup kita sehingga kita menjadi najis di hadapan Tuhan. Sepercik pantun buat anda: Banyak warung babi di kota Kuching, Tak usah bingung cari sampai pening. Jagalah hati dan pikiran tetap bening, Agar kita selalu waspada dan ‘eling’ Wonogiri, jaga hati dan pikiranmu Rm. A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed