|
Puncta 9 Juni 2026
Selasa Biasa X Matius 5:13-16 DANAU yang kadar garamnya sangat tinggi adalah Laut Mati atau The Dead Sea di Lembah perbatasan Yordania dan Palestina. Disebut demikian karena kandungan garam setiap liter air di sana mencapai 340 gram, sehingga tidak memungkinkan biota air bisa hidup di dalamnya. Saking tingginya kadar garam di Laut Mati membuat orang bisa mengapung tanpa tenggelam seperti gabus saja. Namun ajaibnya lumpur di Laut Mati bisa dimanfaatkan orang untuk diproduksi menjadi obat-obat kecantikan seperti sabun, body lotion dan lainnya. Garam memang memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Masakan menjadi lezat karena diberi sedikit garam. Untuk menghilangkan capek, pegal linu, orang mandi dengan air hangat dicampur garam. Untuk mengusir binatang buas seperti ular, kita sering menabur garam di tanah. Untuk menghalau hujan petir dan kilat, orang juga menabur garam di halaman rumahnya. Garam diyakini sangat berguna bagi macam-macam kepentingan. Oleh karena banyak gunanya bagi kehidupan, Yesus menegaskan kita semua untuk menjadi garam dunia. "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.” Kita sering diberi nasehat oleh orangtua agar “urip sing migunani tumrap liyan,” artinya hidup kita ini mesti berguna bagi orang lain. Seperti garam yang memiliki kegunaan banyak bagi kehidupan. Di lain waktu, orangtua juga mengajak kita agar, “urip iku kudu urub,” hidup itu mesti menyala, menjadi terang bagi dunia sekitarnya. Terang itu tidak untuk dirinya sendiri. Bahkan kita harus dibakar habis, sakit, berkorban, mengosongkan diri bagi sesama kita seperti buluh. “Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga," sabda Yesus. Marilah kita menjadi garam dan terang. Jangan membuat tawar tanpa rasa, hambar tanpa guna. Jangan kita membuat gelap sekitar sehingga dunia semakin kacau balau. Sepercik pantun buat kita: Banyak orang menumpuk harta, Ujung-ujungnya ditangkap kapeka. Hidup sederhana lebih mulia, Daripada korupsi bikin hati tak bahagia. Wonogiri, menjadi garam dan terang dunia Rm. A.Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed