Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki

katekese

Lazarus di Perempatan Maguwo

3/5/2026

0 Comments

 
Puncta 5 Maret 2026
Kamis Prapaskah II
Lukas 16:19-31

SUATU kali saya lewat di pertigaan Ringroad Maguwo dari arah timur. Banyak mobil berhenti di lampu merah. 

Ada seorang bapak menghampiri mobil-mobil yang berhenti. Dia membawa kotak sumbangan bertuliskan, “Sumbangan untuk pengobatan mata.”

Memang terlihat kedua mata bapak itu cacat dan tidak sempurna. Banyak mobil menutup pintu kacanya. Ketika sampai giliran, saya mengulurkan sedikit uang di kotak kardusnya. Ia berlalu dan berterimakasih.

Dalam benak saya berpikir, apakah bantuan yang sedikit itu mampu menyembuhkan sakitnya?”

 Tetapi mungkin bukan itu pertanyaannya. Apakah kita tergerak hati ketika melihat penderitaan sesama di sekitar kita.

Seringkali ada jurang pemisah yang dalam di antara kita sehingga kita tidak peduli pada derita orang lain. Kisah orang kaya dan Lazarus itu menggambarkan betapa tebal pintu gerbang yang memisahkan kehidupan sosial mereka.

Di sisi luar, Lazarus duduk dengan lapar dan haus. Ia dijilati oleh anjing-anjing yang mengendus bau amis dari borok-boroknya. 

Di sisi dalam orang kaya itu berpesta pora dengan makanan berlimpah dan berpakaian serba mewah. 

Pintu gerbang dunia ternyata terhubung juga dengan pintu gerbang surga. Apa yang terjadi di dunia menjadi terbalik dengan keadaan di dunia selanjutnya. 

Lazarus berada di pangkuan Abraham dalam kedamaian. Sedang orang kaya itu berada di api penyiksaan kekal.

Semua ditentukan oleh apa yang kita lakukan ketika masih hidup di dunia. Dalam pengadilan terakhir, Yesus pernah bersabda, “Apa saja yang kamu lakukan untuk saudara-Ku yang paling hina itu kamu lakukan untuk Aku.” 

Yesus tidak sedang berkata bahwa orang kaya tidak masuk surga, atau orang miskin pasti masuk surga. Yang mau disampaikan adalah agar kita peduli dan berbelarasa dengan penderitaan sesama. Kita boleh kaya. 

Tetapi kekayaan itu harus kita gunakan untuk menolong mereka yang menderita.

Jangan membangun tembok pemisah di dalam hati kita. Tetapi bangunlah jembatan kemanusiaan yang menghubungkan kepedulian kita dengan sesama, khususnya mereka yang kecil, lemah, miskin dan tersingkir. 

Apakah hati kita peka dan tangan kita terulur ketika melihat saudara kita yang sedang menderita? 

Tindakan itu akan menentukan keselamatan kita di akhir kehidupan nanti.

Sepercik pantun untuk direnungkan:
Sucikanlah hati di bulan puasa,
Banyak berdoa dan bermati raga.
Kasih kepada mereka yang terhina,
Kasih Allah bagi semua manusia.

Wonogiri, kasihilah sesamamu manusia
Rm. A.Joko Purwanto, Pr
0 Comments



Leave a Reply.

    Archives

    December 2034
    February 2026
    January 2026
    December 2025
    November 2025
    October 2025
    September 2025
    August 2025
    July 2025
    June 2025
    May 2025
    April 2025
    March 2025
    February 2025
    January 2025
    December 2024
    November 2024
    October 2024
    September 2024
    August 2024
    February 2024
    February 2022
    January 2022
    December 2021
    November 2021
    October 2021
    July 2021

    Categories

    All
    Hello Romo!
    Katekese
    Puncta
    Rubrik Alkitab

    RSS Feed

Site powered by Weebly. Managed by Rumahweb Indonesia
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki