|
Puncta 4 Juni 2026
Kamis Biasa VIII Markus 12:28b-34 PAUS LEO baru saja mengeluarkan Ensiklik berjudul “Magnifica Humanitas.” Ensiklik pertama yang menanggapi kemajuan teknologi AI. Manusia zaman ini sedang memasuki sejarah baru dengan adanya teknologi AI. Lonjakan besar terjadi ketika teknologi menggantikan semua peran manusia. Kecerdasan buatan (AI) bukan hanya persoalan teknologi tetapi sebagai persoalan hidup manusia, moral, spiritual dan sosial. Kemajuan teknologi modern harus diarahkan untuk melindungi martabat manusia, bukan untuk menguasainya atau merendahkannya. Masalah utama adalah bagaimana teknologi digunakan. Apakah untuk melayani martabat manusia, demi kebaikan bersama atau untuk menguasai, dominasi pengawasan dan bahkan perang antar negara. Kunci persoalan utama adalah manusia, bukan AI. Teknologi hanyalah sarana demi kebaikan bersama. Seperti pisau yang tajam, ia bisa dipakai untuk membunuh tetapi juga bisa dipakai untuk kebaikan. Tergantung moral manusia yang menggunakannya. Sesudah bersoal jawab dengan kaum Farisi dan Saduki tentang berbagai hal, ahli Taurat lalu mengajukan pertanyaan mendasar. “Hukum manakah yang paling utama?” Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.” Yesus menekankan kasih Allah dan kasih kepada manusia menjadi prioritas utama dalam persoalan manusia. Mengasihi Allah diwujudkan dengan mengasihi sesama, khususnya mereka yang kecil, lemah, miskin dan tersingkir. Persoalan AI atau kemajuan teknologi harus diletakkan pada bingkai untuk mengasihi Allah dan sesama. Masalah AI tidak boleh dilepaskan atau dipisahkan dengan persoalan martabat manusia. Menggunakan teknologi AI harus sejalan dengan hukum kasih. Paus Leo mau mengajak kita untuk menghargai martabat manusia melalui kemajuan AI. Teknologi AI digunakan untuk mengasihi manusia, bukan manusia dikuasai AI untuk menindas sesamanya. Dengan mengasihi sesama, kita juga mengasihi Allah Sang Pencipta. Sepercik pantun buat anda: Kita disuruh belajar bahasa; Portugis, Perancis dan besuk Itali. Kasihilah sesamamu manusia, Seperti engkau mengasihi dirimu sendiri. Wonogiri, kasihilah sesamamu Rm. A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed