Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki

katekese

Makan Berjamaah Gratis

8/2/2026

0 Comments

 
​Puncta 2 Agustus 2026
Minggu Biasa XVIII
Matius 14:13-21

SEKARANG sedang gencar dilakukan program MBG atau Makan Bergizi Gratis. Yesus sudah membuat program ini duaribu tahun yang lalu. Tetapi model MBG yang dibuat Yesus berbeda dengan cara atau model MBG pemerintah.

Alasan Yesus membuat MBG adalah karena tergerak oleh belaskasihan kepada orang banyak yang telah sepanjang hari mengikuti-Nya. 

Pemerintah membuat MBG karena janji politik yang pernah disampaikan dalam kampanye. Ini bukan gratis karena anggaran diambil dari APBN, artinya dari pajak rakyat.

Cara pelaksanaan program ini bukan “Top Down” seperti yang dibuat pemerintah.Yesus mengambil cara ‘Bottom Up,” mengajak para murid dan orang banyak terlibat. “Kamu harus memberi mereka makan.,” perintah-Nya.

Partisipasi masyarakat diberi ruang. "Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan." Sekecil apapun keterlibatan masyarakat sangat dihargai dan disyukuri. Ada pepatah yang mengatakan “Sedikit-sedikit akan menjadi bukit.” 

MBG model pemerintah hanya melibatkan kelompok elit, pemodal besar, anggota partai yang dekat kekuasaan, yayasan keagamaan, penguasa daerah dan kroni-kroninya. 

Maka rentan terjadi korupsi dan mark up yang menguntungkan mereka-mereka yang berada di lingkar pembuat kebijakan.

Yesus menjalankan programnya secara transparan dan terbuka di depan banyak orang. Ia sangat menghargai partisipasi masyarakat. 

Walau hanya lima roti dan dua ikan, namun ketulusan dan keikhlasan masyarakat dihargai dan disyukuri.

"Setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak."

Mereka makan sampai kenyang. Dan mereka mengumpulkan sisa makanan itu duabelas bakul banyaknya. MBG yang dibuat pemerintah memang tersisa tetapi karena tidak dimakan oleh anak-anak dan harus dibuang sebab ada yang busuk, basi dan bau, bahkan sampai berulat.

Program yang baik juga harus ada tata kelola yang baik. Maka dibutuhkan petugas-petugas yang dapat dipercaya, punya integritas pelayanan yang baik. 

Kalau yang dipikir hanya korupsi-korupsi untuk memperkaya diri, yang jadi korban adalah anak-anak kita sendiri.

Maunya menciptakan generasi emas tapi karena banyak korupsinya, yang terjadi nanti akan muncul generasi cemas dan lemas. 

Sepercik pantun buat anda:

Dari lima roti dan dua ikan,
Yesus memberi makan banyak orang.
Program makan jadi bancakan,
Hanya orang-orang tertentu yang kenyang.

Wonogiri, makan gratis?
Rm. A.Joko Purwanto,Pr
0 Comments



Leave a Reply.

    Archives

    December 2034
    July 2026
    June 2026
    May 2026
    April 2026
    March 2026
    February 2026
    January 2026
    December 2025
    November 2025
    October 2025
    September 2025
    August 2025
    July 2025
    June 2025
    May 2025
    April 2025
    March 2025
    February 2025
    January 2025
    December 2024
    November 2024
    October 2024
    September 2024
    August 2024
    February 2024
    February 2022
    January 2022
    December 2021
    November 2021
    October 2021
    July 2021

    Categories

    All
    Hello Romo!
    Katekese
    Puncta
    Rubrik Alkitab

    RSS Feed

Site powered by Weebly. Managed by Rumahweb Indonesia
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki