|
Puncta 20 April 2026
Senin Paskah III Yohanes 6:22-29 KETIKA masuk ke seminari, para calon ditanya apa motivasinya. Saya waktu itu ditanya oleh Romo Rektor Julius Darmaatmaja SJ. “Kok pengin jadi rama, apa motivasimu Joko?” Saya dengan mantap bercerita bahwa Rama Paroki sering berkunjung ke keluarga. Waktu kunjungan itu, bapak saya memotong ayam untuk disajikan. Ibu memasak makanan yang enak-enak. Pikir saya waktu itu, senang jadi rama karena bisa makan sisanya rama yang lezat. Dulu kami jarang makan daging ayam atau telurnya. Makan telur ayam kalau pas ada kenduri dari tetangga yang punya hajat. Itupun seperempat telur masih dibagi empat dengan adik-adik saya. Maka saya pengin jadi rama supaya bisa makan yang enak-enak. Orang-orang mencari Yesus. Setelah pergandaan lima roti dan dua ikan, mereka semua makan kenyang. Maka mereka ingin mengangkat Yesus menjadi raja. Mereka menganggap Yesus bisa memenuhi kebutuhan mereka. Tetapi Yesus membongkar motivasi dasar mereka. Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.” Mereka tidak bisa mengenal siapa Yesus tetapi karena mereka dikenyangkan oleh roti yang diberikan Yesus. Motivasi mereka bukan utuk mengikuti Yesus sebagai Utusan Allah, tetapi karena mereka sudah dikenyangkan. Mereka bertanya, apa yang harus kami perbuat? supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?" Seolah dengan banyak prestasi kita bisa menyenangkan Allah. Namun bukan prestasi yang dikehendaki Yesus melainkan iman. Jawab Yesus kepada mereka: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah." Iman kepada Yesus yang telah diutus oleh Bapa itulah yang harus menjadi motivasi dasarnya. Setelah menjalani imamat bertahun-tahun, saya makin menyadari bukan karena makan enak, fasilitas lengkap atau posisi jadi petinggi gerejalah yang paling penting, tetapi percaya bahwa Yesuslah yang memanggil untuk mengikuti Dia dengan setia. Mari kita terus menerus memurnikan motivasi kita untuk mengikuti Dia yang menjamin keselamatan hidup kita sampai pada Kerajaan Bapa. Sepercik pantun buat anda: Bermain layang-layang dari kertas, Terbawa angin sampai lepas. Jadi imam bukan karena fasilitas, Tetapi mau melayani tanpa batas. Wonogiri, apa motivasimu? Rm. A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed