Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki

katekese

Manunggaling Kawula Gusti

3/27/2026

0 Comments

 
Puncta 27 Maret 2026
Jum’at Prapaskah V
Yohanes 10:31-42

DALAM literatur Babad Tanah Jawi terselip kisah pertentangan antara Syech Siti Jenar dengan Walisanga. Syech Siti Jenar adalah ulama atau wali yang mengajarkan konsep “Manunggaling Kawula Gusti.” Bersatunya (manunggal) hamba (kawula) dan Tuhan (Gusti).

Konsep ini sering disalah artikan sebagai Tuhan yang menyatu dengan manusia atau manusia yang menyamakan diri dengan Tuhan. 

Padahal para pengikutnya meyakini bahwa konsep ini hanya ada dalam kesadaran spiritual.

Ajaran ini menimbulkan perbedaan pandangan dengan para wali sehingga Syech Siti Jenar harus menerima hukuman dari penguasa Demak dan para wali. Ajaran tasawuf yang dikembangkan Syech Siti Jenar dianggap membahayakan. Maka harus dihentikan. 

Orang-orang Yahudi ingin melempari Yesus dengan batu. Bukan karena perbuatan baik yang dilakukan Yesus tetapi karena Yesus dianggap menghojat Allah. 

Dia menyamakan diri-Nya dengan Allah. Mereka marah karena Yesus mengajarkan konsep “Manunggaling kawula Gusti.”

Jawab orang-orang Yahudi itu: "Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah."

Jawab Yesus, ”Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku, tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa."

Kaum Yahudi lebih menekankan hukum Taurat. Sedang Yesus lebih menekankan hakikat manusia dengan Tuhan. Allah adalah Mahabaik dan Maha benar. Kalau kita melakukan kebaikan dan kebenaran berarti kita melakukan pekerjaan Allah. 

Allah berada dalam diri orang dan menuntunnya melakukan kebaikan dan kebenaran bagi sesamanya. 

Pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan Yesus itu berasal dari Allah. Kalau kita mempercayai Yesus, berarti kita juga mempercayai Allah yang bekerja di dalam-Nya.

Namun hal seperti ini tidak dipercaya dan diterima oleh orang-orang Yahudi. Mereka tidak mampu menangkap maksud ajaran Yesus. Maka mereka ingin melempari Yesus dengan batu dan menghukumnya. 

Apakah kita mampu memahami apa yang diajarkan Yesus kepada kita? 

Apakah kita juga meyakini bahwa Yesus adalah sungguh Allah dan sungguh manusia? Kalau kita membaca Kitab Suci, kita baru bisa memahami ajaran ini.

Sepercik pantun untuk direnungkan:

Pergi ke hutan menangkap lebah,
Lebah bersarang di pohon gandarusa.
Yesus adalah sungguh Putera Allah,
Dialah Firman yang menjadi manusia.

Wonogiri, Yesus sungguh Allah
Rm. A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments



Leave a Reply.

    Archives

    December 2034
    February 2026
    January 2026
    December 2025
    November 2025
    October 2025
    September 2025
    August 2025
    July 2025
    June 2025
    May 2025
    April 2025
    March 2025
    February 2025
    January 2025
    December 2024
    November 2024
    October 2024
    September 2024
    August 2024
    February 2024
    February 2022
    January 2022
    December 2021
    November 2021
    October 2021
    July 2021

    Categories

    All
    Hello Romo!
    Katekese
    Puncta
    Rubrik Alkitab

    RSS Feed

Site powered by Weebly. Managed by Rumahweb Indonesia
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki