Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki

katekese

Maria Kolbe, Pelindung Keluarga

8/14/2026

0 Comments

 
Puncta 14 Agustus 2026
Pw. St.Maximilianus Maria Kolbe, Imam dan Martir
Matius 19:3-12 atau RUybs Yohanes 15:9-17

PADA zaman Nazi berkuasa di Jerman, banyak orang ditangkap dan dimasukkan ke kamp konsentrasi. 

Termasuk Maximilianus Maria Kolbe, seorang imam Fransiskan Conventual yang memperjuangkan kehidupan orang-orang Yahudi yang terancam. 

Ia mengkritik tindakan Nazi yang melanggar perikemanusiaan, menyiksa, mengintimidasi dan membunuh banyak orang di kamp konsentrasi. Akhirnya tentara SS Nazi menggiring dia ke  Auschwitz 1 tempat penyiksaan paling ngeri. 

Pada Juli 1941, seseorang dari barak Kolbe menghilang, membuat komandan kamp mengambil 10 orang dari barak yang sama untuk dihukum mati kelaparan di Blok 11 yang terkenal dengan kekejamannya. Salah satu dari mereka adalah Franciszek Gajowniczek.

Karena ingin menyelamatkan keluarga Franciszek Gajowniczek, Maria Kolbe dengan sukarela menggantikan posisinya untuk dihukum mati tanpa diberi makanan sampai mereka mati lemas. 

Yang lainnya sudah mati, namun Maria Kolbe masih bertahan. Akhirnya dia disuntik dengan asam karbolik dan gugurlah dia sebagai pembela kehidupan keluarga.

Yesus mengajarkan bahwa keluarga adalah tempat membangun kesucian dan kerendahan hati. 

Maka pasangan suami istri yang telah dipersatukan Allah tidak boleh diceriakan dengan alasan apa saja. Maria Kolbe menjunjung persatuan suami istri dalam perkawinan.

Ia merelakan hidupnya demi seorang suami yang harus bertanggungjawab untuk kehidupan keluarganya. 

Allah berfirman,” Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”

Maria Kolbe sedemikan hebat menghargai kehidupan keluarga sampai dia rela mati agar suami istri dapat bersatu sampai akhir hayat. 

Apakah sebagai suami istri anda juga menjunjung tinggi nilai perkawinan ini sampai rela mengorbankan segala-galanya?

Sepercik pantun buat anda:
Slogan berdaulat adil makmur untuk siapa?
Rakyat miskin banyak yang menderita.
Keluarga adalah mutiara sangat berharga.
Kasihi keluarga sampai ke alam nirwana.

Wonogiri, rela berkorban bagi sesama
Rm. A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments



Leave a Reply.

    Archives

    December 2034
    July 2026
    June 2026
    May 2026
    April 2026
    March 2026
    February 2026
    January 2026
    December 2025
    November 2025
    October 2025
    September 2025
    August 2025
    July 2025
    June 2025
    May 2025
    April 2025
    March 2025
    February 2025
    January 2025
    December 2024
    November 2024
    October 2024
    September 2024
    August 2024
    February 2024
    February 2022
    January 2022
    December 2021
    November 2021
    October 2021
    July 2021

    Categories

    All
    Hello Romo!
    Katekese
    Puncta
    Rubrik Alkitab

    RSS Feed

Site powered by Weebly. Managed by Rumahweb Indonesia
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki