|
Puncta 15 September 2026
Pw. St. Perawan Maria Berdukacita Lukas 7:11-17 atau RUybs Lukas 2:33-35 KETIKA kita masuk ke Gereja Makam Kudus (The Holy Sepulcre Church) di sana ada altar utama dengan salib besar dimana Tuhan Yesus tergantung. Di bawah altar itu ada batu dari bukit Golgota. Para peziarah sering menghormati Yesus tersalib dengan mencium batu Golgota. Di sebelah kanan altar penyaliban ada patung Santa Perawan Maria yang ditembus oleh pedang. Hal ini mengingatkan kita semua akan dukacita Maria yang paling dalam saat menyaksikan kematian Yesus di salib. Tigapuluh tiga tahun sebelumnya, Simeon telah menubuatkan tentang penderitaan yang akan ditanggung Maria, ketika dia membawa bayi Yesus ke Bait Allah. Simeon seorang nabi yang saleh bernubuat; "Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri, supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang." Maria hanya menyimpan semua perkataan itu di dalam hatinya. Kesedihan dan dukacita Maria sudah dimulai saat nubuat itu diucapkan oleh Simeon. Ia sudah memanggul derita salib sebelum anaknya sendiri menderita di Golgota. Hari ini kita memperingati Santa Perawan Maria yang berdukacita. Setidaknya ada tujuh peristiwa dimana Maria mengalami dukacita. Kesedihannya dimulai saat Simeon berbuat di Bait Suci. Kedua, Maria,Yusuf dan bayi Yesus harus mengungsi ke Mesir karena diancam kematiannya oleh Herodes. Ketiga, ketika Yesus hilang di Bait suci. Maria dan Yusuf mencari-Nya. ”Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau.” Ungkapan ini menggambarkan kesedihan Maria. Keempat, Maria bertemu Yesus memanggul salib menuju Bukit Golgota. Ia bersama beberapa wanita mengikuti Yesus sampai di Golgota. Kelima, Maria berdiri di bawah salib dan menyaksikan kematian Putranya yang akan terukir abadi dalam sejarah manusia. Keenam, Yesus diturunkan dari salib dan Maria memangku jenasah Putranya. Patung Pieta sebuah masterpiece karya Michelangelo menggambarkan kesedihan mendalam Bunda Maria. Penderitaan pedang ke tujuh; Maria memakamkan jenasah Yesus bersama dengan Yusuf dari Arimatea, Nikodemus dan wanita-wanita yang setia mengikuti-Nya. Derita yang sempurna dialami oleh Bunda Maria. Inilah keteladanan iman Maria. Ia menjadi contoh bagi kita untuk setia pada Tuhan, tidak hanya dalam suka, tetapi juga dalam duka dan penderitaan. Maukah kita tetap setia walau harus menderita? Sepercik pantun buat anda: Dengan lutut jalan di Fatima, Tertatih-tatih sampai di basilika. Maria teladan ibu yang setia, Tekun hadapi duka dan derita. Wonogiri, Maria teladan hidupku.... Rm. A. Joko Purwanto,Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed