|
Puncta 24 April 2026
Jum’at Paskah III Yohanes 6:52-59 EMPAT orang buta piknik ke Kebun Binatang. Mereka ingin ketemu dengan gajah. Mereka meraba-raba binatang itu dan diminta memberi diskripsi tentang gajah. Orang pertama memegang belalainya, dia berkata,”Gajah itu panjang bentuknya dan ada lubang di ujungnya.” Orang kedua meraba-raba telinga gajah, dia berkata, “Gajah itu tipis dan lebar seperti daun.” Yang ketiga memegang perut gajah, dia berkata, “Gajah itu besar dan tambun.” Orang keempat meraba ekornya, dia berkata; “Gajah itu pendek dan kecil, ada rambut di ujungnya.” Masing-masing berdebat menurut persepsinya sendiri. Apa yang dia raba dengan panca inderanya, itulah yang dapat disimpulkannya. Mereka menilai dari sudut pandang masing-masing yang sangat terbatas pada penangkapan inderawinya. Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: “Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan.” Mereka tidak mengerti kata-kata Yesus bahwa Dialah Roti Hidup. Mereka hanya melihat Yesus sebagai manusia biasa. Mereka berpikir hanya dengan sudut mata inderawinya saja. Mereka tidak mengerti apa yang disampaikan Yesus di rumah ibadat Kapernaum itu. Kita mesti melihat dengan cara pandang Yesus. “Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.” Untuk memahami kata-kata-Nya ini, kita mesti tinggal di dalam Dia. “Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.” Kalau orang-orang buta itu tidak hidup dan tinggal dengan gajah, mereka tidak akan tahu gajah itu seperti apa. Sama seperti kita, kalau kita tidak percaya bahwa Hosti dan Anggur yang dikonsekrir itu adalah Tubuh dan Darah-Nya, kita tidak bisa hidup dan tinggal di dalam-Nya. Kalau kita bisa melihat dengan mata iman bahwa dalam Ekaristi kita benar-benar menerima Tubuh dan Darah Kristus, maka kita akan menerima hidup kekal. Yesus akan membangkitkan kita pada akhir zaman. Yang kita butuhkan adalah metanoia atau pertobatan batin yang terus menerus agar kita percaya penuh kepada Tuhan Yesus Kristus. Tidak hanya melihat menurut mata inderawi saja, tetapi melihat dengan mata rohani yang makin tajam dan peka. Apakah anda menggunakan mata iman dan yakin bahwa Ekaristi adalah pemberian Diri Kristus yang akan menyelamatkan kita? Sepercik pantun buat anda: Gunakanlah mata batin yang peka, Jangan cuma pakai kacamata kuda. Yesus adalah Roti Hidup bagi dunia, Tubuh dan Darah-Nya menebus kita. Wonogiri, jangan jadi orang buta Rm. A.Joko Purwanto,Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed