|
Puncta 26 Mei 2026
PW. St. Filipus Neri, Imam Markus 10:28-30 atau RUybs SETIAP orang yang bekerja pasti mengharapkan mendapat upah atau gaji. Upah tidak melulu berupa uang atau materi, tetapi bisa berupa penghargaan, pujian atau ucapan terimakasih. Orang merasa dihargai karena pekerjaannya. Setelah Yesus berdialog dengan pemuda kaya yang tidak mau merelakan hartanya dan pergi meninggalkan Yesus, Petrus balik bertanya kepada-Nya, “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau! ” Kalau pemuda kaya itu tidak mau mengikuti Yesus dan melepaskan hartanya, para murid ini telah meninggalkan segala-galanya dan mengikuti Dia, lalu apa upahnya untuk semua pengorbanan itu? Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal.” Yesus menjanjikan “seratus kali lipat” artinya menerima banyak, bukan soal materi atau barang. Rumah adalah tempat dimana orang diterima dengan nyaman. Kebaikan kita akan membuat banyak orang menerima dimana pun kita berada. Saudara laki-laki, perempuan, ibu dan anak adalah gambaran relasi yang dekat dan akrab. Kalau kita suka menolong, kita akan punya banyak teman atau saudara dimana-mana. Mereka juga akan siap menolong kita saat kita membutuhkannya. Sekalipun disertai penganiayaan berarti selalu ada tantangan. Orang yang mempunyai niat baik dan tekun melaksanakannya pasti akan menghadapi aneka macam tantangan dari sekitar kita. Orang harus siap-siap menghadapi resiko perjuangan. Kesetiaan sampai akhir dalam mengikuti Yesus akan menghasilkan ganjaran hidup kekal. Kebaikan kita akan dikenang dengan nama harum sampai akhir hayat. Kebaikan orang akan dikenang abadi selamanya. Sekarang maukah kita meninggalkan segalanya demi mengikuti Yesus? Jawabannya tergantung dari niat pribadi anda sendiri. Sepercik pantun buat anda: Gajah mati meninggalkan gading, Harimau mati meninggalkan belang, Mari kita mati tinggalkan nama bening, Jangan malah tinggalkan banyak utang. Wonogiri, upahmu besar di sorga Rm. A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed