|
Puncta 11 Agustus 2026
Pw. St. Klara, Perawan Matius 18:1-5.10.12-14 atau RUybs Matius 19:27-29 SANTA KLARA (1194-1253) berasal dari keluarga bangsawan yang kaya raya. Namun Klara lebih tertarik dengan cara hidup miskin yang dilakukan Fransiskus dari Asissi. Ia ingin mengikuti Yesus secara total dengan menjadi miskin. Ketika berusia 18 tahun, Klara dengan diam-diam meninggalkan istana ayahnya untuk bergabung dengan kelompok Fransiskus. Kendati keluarganya membujuknya untuk kembali ke istana, namun Klara dengan tegas menolaknya. Cara hidup miskin dihayatinya dengan sungguh-sungguh dan ditopang oleh doa dan matiraga yang keras sebagai sebuah spiritualitas untuk mengikuti Yesus tanpa reserve. Cara hidup ini kemudian diikuti oleh banyak perempuan yang tertarik masuk ke komunitasnya. Fransiskus kemuadian mendirikan biara khusus perempuan yang ingin mengabdikan diri kepada Kristus dengan semangat miskin dan matiraga. Merekalah yang kemudian disebut Ordo suster-suster Klaris. Yesus bersabda; "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.” Klara bertobat dari kehidupan dunia yang gemerlap menuju kemiskinan total untuk mengikuti Yesus. Seperti seorang anak kecil yang menggantungkan jaminan hidup hanya kepada Tuhan, dengan semangat miskin, dia menggantungkan pada penyelenggaraan-Nya. Yesus juga berkata, “Setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal,” Kini, Klara telah menerima janji dari Tuhan. Ia memperoleh kehidupan kekal dan jumlah pengikut yang sangat banyak lebih daripada jumlah keluarganya, hartanya dan kekayaannya. Barangsiapa rela meninggalkan segalanya demi Kristus, ia akan memperoleh berkat yang lebih besar dari yang dimilikinya. Sepercik pantun buat anda: Di jalan-jalan ada banyak bendera, Berkibar dari Aceh sampai ke Papua. Rela mengorbankan segala-galanya, Adalah cara mengikuti Kristus Sang Raja. Wonogiri, mengorbankan jiwa raga Rm. A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed