Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki

katekese

Messi Pahlawan Piala Dunia

4/19/2026

0 Comments

 
Puncta 19 April 2026
Minggu Paskah III
Lukas 24:13-35

PADA babak pertama penyisihan grup piala dunia tahun 2022, Argentina dikalahkan oleh Arab Saudi. Baru kali ini Argentina kalah. 

Kita bisa merasakan wajah lesu, muka muram, langkah berat para pemain keluar lapangan. Jalan makin panjang dan harapan jadi tipis. 

Duka menguras seluruh energi. Begitu harapan hilang, langkah menjadi makin berat ke depan.

Sang pelatih terus memberi semangat kepada para pemain. Ia mendampingi mereka dengan penuh semangat dan kesabaran. 

Perlahan-lahan, gairah dan semangat juang mereka tumbuh. Satu per satu lawan dikalahkan. 

Akhirnya mereka sampai ke final dan mengalahkan Perancis dengan drama adu pinalti yang sangat mendebarkan. 

Argentina yang pada mulanya bermuka muram, kini bersorak-sorai mengangkat piala dunia. Pada awalnya mereka melangkah gontai, kini mereka berlari saling berpelukan menjadi pemenang. 

Kekalahan diubah menjadi kemenangan. Kesedihan dihapus menjadi kegembiraan. Seluruh negeri bersorak sorai oleh kemenangan Messi dan kawan-kawan.

Inilah pengalaman dua orang murid yang berjalan pulang ke Emaus. Ungkapan ”Kami berharap” menunjukkan kekecewaan, keputusasaan dan kesedihan yang mendalam. 

Hidup mereka yang awalnya punya tujuan, kini tiada arah lagi. Yesus yang mereka harapkan telah mati.

Dua murid ini berduka bukan hanya karena kehilangan seorang Guru, tetapi juga karena kehilangan sebuah tujuan. 

Hidup mereka telah dibangun oleh satu tujuan, oleh Injil, oleh kabar sukacita bagi kaum miskin dan harapan akan dunia baru. Tetapi kini musnah, tiada harapan lagi.

Mereka tidak sadar bahwa teman perjalanan yang ada di tengah mereka adalah Yesus. Dia menerangkan isi Kitab Suci, bahwa semua itu harus terjadi. 

Mereka mulai sedikit memahami, tetapi kesedihan tetap menjadi malam yang gelap menghalangi mereka.

Baru mereka terbuka mata hatinya saat Yesus memecahkan roti dalam perjamuan. Waktu itulah mereka sadar Yesus ada di tengah mereka. Yesus hidup dan menguatkan mereka. Dua murid yang tadinya sedih kini meluap bersukacita.

Mereka yang tadinya takut, langsung kembali lagi ke Yerusalem. Mereka yang tadinya muram dan sedih, kini bergembira dan berkobar-kobar. 

Mereka yang tadinya tiada harapan, kalah, kini mereka penuh semangat mewartakan kebangkitan.

Kita juga pernah mengalami kesedihan, putus asa dan beban berat dalam kehidupan. Dalam situasi itu kita diajak peka merasakan kehadiran Tuhan. 

Dia tidak meninggalkan kita. Dia berjalan bersama kita. Dia menjadi teman dalam menanggung beban derita. 

Saya jadi ingat lagu Simon & Garfunkel yang berjudul “Brigde Over Troubled Water.” 

Salah satu liriknya berkata, “When you’re weary, feeling small, when tears are in your eyes, I will dry them all.”  Itulah Yesus yang akan menghapus air mata kita.

Sepercik pantun buat anda:
Jalan-jalan dari Medan menuju Parapat,
Menikmati indahnya Danau Toba.
Jika beban kehidupan kita terasa berat,
Undanglah Yesus masuk ke rumah kita.

Wonogiri, Yesus andalanku
Rm. A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments



Leave a Reply.

    Archives

    December 2034
    April 2026
    March 2026
    February 2026
    January 2026
    December 2025
    November 2025
    October 2025
    September 2025
    August 2025
    July 2025
    June 2025
    May 2025
    April 2025
    March 2025
    February 2025
    January 2025
    December 2024
    November 2024
    October 2024
    September 2024
    August 2024
    February 2024
    February 2022
    January 2022
    December 2021
    November 2021
    October 2021
    July 2021

    Categories

    All
    Hello Romo!
    Katekese
    Puncta
    Rubrik Alkitab

    RSS Feed

Site powered by Weebly. Managed by Rumahweb Indonesia
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki