|
Puncta 28 Juni 2026
Minggu Biasa XIII Matius 10:37-42 BULAN Juli ini adalah bulan mutasi atau pindah-pindahan tugas bagi para rama. Setelah ada tahbisan imam di akhir Juni, biasanya dilanjutkan dengan penugasan-penugasan baru oleh Bapak Uskup. Ada yang dipindahkan jauh ke luar Jawa. Ada pula yang dekat dengan keluarga. Ada yang baru dua tahun di suatu tempat harus segera pindah. Ada pula yang sudah tujuh tahun baru dipindah ke tempat baru. Sebagai seorang imam, perpindahan tugas ini adalah normal, karena kita sudah mengucapkan janji kepada pimpinan yaitu uskup bahwa kita akan taat dan setia kepada atasan. Ditugaskan dimana pun kita harus siap sedia. Disinilah komitmen total pada janji imamat diwujudkan. Kita sebagai imam tidak bisa memilih tempat tugas yang enak, basah, atau nyaman. Kita tidak bisa memilih teman kerja sepastoran yang cocok, baik, ramah atau menyenangkan. Kita harus rela mengorbankan kepentingan egoistik hanya demi kesenangan diri sendiri. Kita tidak bisa mencari senangnya sendiri. Kita harus rela berkorban dan memprioritaskan kepentingan Gereja yang nampak dalam keputusan uskup. Yesus dalam Injil hari ini menegaskan bahwa untuk mengikuti Dia orang harus punya komitmen total. Kita diminta memprioritaskan Kristus di atas segalanya. “Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.” Mengikuti Kristus juga harus berani memikul salib penderitaan. “Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.” Salib bisa datang dari dalam, tetapi juga dari luar diri kita. Salib dari dalam diri misalnya; harus meninggalkan hobi atau kesenangan pribadi, tidak bisa dekat dengan keluarga dan saudara; sudah merasa nyaman dan krasan di suatu paroki. Salib dari luar juga banyak dihadapi, misalnya; budaya dan tradisi yang baru, tantangan dan kesulitan komunikasi dan beban tugas yang bertumpuk, rumor, issue, bahkan sampai fitnah dari pasukan sakit hati. Tetapi Yesus juga menjanjikan upah bagi mereka yang setia memikul salibnya. “Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar.” Sekecil apapun yang kita lakukan demi hadirnya Kerajaan Allah, maka kita juga akan menerima upah dari Dia yang mengutus kita. “Barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya." Mari kita tetap punya komitmen untuk mengikuti panggilan-Nya. Allah akan memperhitungkan apa yang telah kita lakukan. Yang utama adalah kita tetap setia dan rela memprioritaskan Dia di atas segala-galanya. Sepercik pantun buat anda: Angin sepoi-sepoi berhembus, Bersemadi di Gunung Kemukus. Tidak mudah mengikuti Yesus, Berani manggul salib dan siap diutus. Wonogiri, komitmen total Rm.A.Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed