|
Puncta 2 September 2026
Rabu Biasa XXII Lukas 4:38-44 BULAN Juli-Agustus adalah saat dimana ada mutasi bagi para imam. Ada yang berpindah dari desa ke paroki kota. Ada yang ditugaskan dari kota ke desa. Bahkan ada yang dikirim jauh ke luar keuskupan. Perpindahan atau mutasi adalah hal biasa bagi para imam. Namun kadang ada penilaian keliru dari umat, kalau dipindah jauh dianggap dibuang atau sedang bermasalah. Kalau dipindah ke paroki kota dibilang sedang dipromosikan. Dimana pun kita ditugaskan, itu adalah perutusan. Sebagai seorang imam, kita harus siap diberi tugas dimana pun. Kita tidak boleh “mager” di suatu tempat. Kita perlu waspada kalau mulai merasa aman di zona nyaman. Bisa-bisa kita terlena menuju kematian. Dalam perikope Injil hari ini, Yesus menolak keinginan banyak orang untuk tinggal di Kapernaum. Mereka melihat keberhasilan Yesus; banyak orang disembuhkan, banyak setan diusir, roh-roh jahat tunduk kepada-Nya dan kuasa-Nya luar biasa. Mereka berusaha menahan Dia agar tetap tinggal di situ. Namun Yesus dengan bijak berkata; “Juga di kota-kota lain, Aku harus mewartakan Injil Kerajaan Allah, sebab untuk itulah Aku diutus.” Yesus mengajar kita agar tidak terikat pada satu hal saja; tempat, tugas, orang, umat, komunitas, keberhasilan, sukses atau hobby sekalipun. Tidak mudah berpindah tugas. Kadang ada perasaan tidak rela meninggalkan kemapanan, keberhasilan, kenyamanan dan ketergantungan. Tetapi disinilah dibutuhkan kerendahan hati. Tempat baru menantang kita untuk belajar, berpikir secara baru dan kreatif. Mewartakan Injil adalah perutusan. “Untuk itulah aku ditahbiskan dan diutus!” Menjadi imam harus siap diutus kemana saja. Kita tidak bisa memilih tempat-tempat yang nyaman, enak, basah atau mudah. Kemana saja kita dimutasi dan ditugaskan, disitulah kemurnian motivasi kita ditantang. Untuk itulah aku diutus agar semakin banyak orang merasakan kasih Tuhan. Bukan untuk diriku sendiri, tetapi bagi semakin banyak umat dilayani dan Injil diwartakan. Sepercik pantun buat anda: Pergi ke Bekasi naik Parahiyangan, Sambil menikmati indahnya pegunungan. Jadi imam bukan mencari keuntungan, Beruntung kita dipilih untuk mewartakan. Wonogiri, untuk itu aku diutus Rm. A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed