Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki

katekese

Naik Kereta Api

6/14/2026

0 Comments

 
Puncta 14 Juni 2026
Minggu Biasa XI
Matius 9:36-10:8

PADA era tahun 1980-90-an kita pernah mengalami naik kereka api yang semrawut. Penumpang berdesakan. Sering juga ada copet di dalamnya.

Apalagi penumpang kereta ekonomi. Ada yang duduk menggelar koran di lorong-lorong. Bahkan berdiri di celah antara gerbong dekat WC yang bau.

Pedagang asongan bebas berkeliaran di dalam gerbong. Suasana stasiun yang kumuh dengan ruang tunggu yang kotor. Penumpang bergelantungan dan naik ke atap kereta. 

Calo-calo secara terang-terangan menjual tiket di dekat parkiran stasiun. Kondisi seperti itu sudah berjalan bertahun-tahun, tanpa perubahan. 

Lucunya penumpang sampai berdesak-desakan di dalam kereta, tapi pendapatan perusahaan itu justru merugi. 

Tidak ada pembangunan dan perubahan yang signifikan untuk membenahi perkereta-apian. Lalu masuklah seorang Ignatius Jonan tahun 2009.

Melihat situasi yang memprihatinkan itu, dia mulai sesuatu dari yang kecil dan nampak sepele yakni membersihan toilet di gerbong dan stasiun-stasiun. Ruang tunggu dibuat nyaman dan bersih. Pedagang ditata dengan baik. 

Ketika mulai terlihat ada perubahan, dia masuk ke sistem tiketing dan penggajian karyawan. Tidak ada lagi tiket manual, karena disinilah celahnya korupsi. 

Gaji karyawan dinaikkan. Hasilnya sangat dirasakan banyak orang. Naik kereta api seperti layaknya naik pesawat terbang.

Bahkan rakyat sekarang lebih memilih Kereta Api daripada naik pesawat yang sangat mahal dan sering delay berjam-jam. 

Jonan datang membawa visi perbaikan dan melaksanakannya dari yang kecil dan sederhana.

Dalam Injil hari ini, Yesus menjalankan misi-Nya melihat orang banyak, yang terlantar, lelah seperti domba yang tidak punya gembala. 

Ia melihat masalah yang dihadapi orang banyak dan berbuat sesuatu untuk menyelesaikan masalah mereka.

Ia memanggil para murid dan melibatkan mereka untuk ambil bagian karena “tuaian banyak namun pekerjanya sedikit.” 

Ia memberi mereka tugas yang jelas. “Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.”

Mereka diminta untuk fokus dalam tugas dan konsisten dalam bertindak. "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.”

Seperti Jonan, kita juga dipanggil oleh Tuhan membangun Kerajaan Allah.. “Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.” 

Kita bisa mulai dari yang kecil dan sederhana namun berdampak bagi perbaikan bersama.

Sepercik pantun buat anda:
Perahu retak mengarungi lautan,
Tenggelam dihantam badai taufan.
Orang benar malah disingkirkan,
Koruptor justru diberi kedudukan.

Wonogiri, dipanggil menjadi murid-Nya
Rm. A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments



Leave a Reply.

    Archives

    December 2034
    May 2026
    April 2026
    March 2026
    February 2026
    January 2026
    December 2025
    November 2025
    October 2025
    September 2025
    August 2025
    July 2025
    June 2025
    May 2025
    April 2025
    March 2025
    February 2025
    January 2025
    December 2024
    November 2024
    October 2024
    September 2024
    August 2024
    February 2024
    February 2022
    January 2022
    December 2021
    November 2021
    October 2021
    July 2021

    Categories

    All
    Hello Romo!
    Katekese
    Puncta
    Rubrik Alkitab

    RSS Feed

Site powered by Weebly. Managed by Rumahweb Indonesia
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki