|
Puncta 22 Juni 2026
Senin Biasa XII Matius 7:1-5 DALAM sebuah lingkungan, ada orang yang suka menyalahkan orang lain. Ketua lingkungan disalahkan karena tidak memberi pengumuman. Prodiakon keliru membaca doa, disalahkan. Bendahara, sekretaris, seksi liturgi dan bahkan ketua RT dan RW pun kena bara api kesalahan. Di hadapannya, semua orang salah. Di mata orang ini tidak ada yang benar. Hal-hal kecil dan remeh temeh selalu dipermasalahkan. Hal-hal sepele dibesar-besarkan. Seolah-olah dia yang paling benar dan berkuasa. Orang-orang di sekitarnya tidak respek karena selalu bikin masalah. Omongannya “muluk-muluk” dan hebat-hebat, tetapi kalau disuruh menjalani tak pernah dilakukan. Pandai mengkritik tetapi tidak bisa melaksanakan. Orang hanya pengin tampil di panggung tetapi tidak mau bekerja keras. Dalam kasanah Jawa, orang yang suka menyalahkan orang lain dan tidak mau bercermin dirinya sendiri disebut “Ora gelem ngilo githoke dewe.” Artinya tidak mau bercermin pada dirinya sendiri. Orang hanya suka menghakimi, menyalahkan orang lain, tetapi tidak mau melihat dirinya sendiri. Dalam bahasa Indonesia ada pepatah, “Kuman di seberang lautan tampak, tapi gajah di pelupuk mata tak tampak.” Ini sama persis yang dikatakan Yesus, “Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?” Nasehat ini mau mengatakan kepada kita, janganlah suka menghakimi atau menyalahkan orang lain, tetapi bercerminlah pada diri kita sendiri. “Keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu." Rendahkan diri, sucikanlah hati dan beningkan pikiran sebelum kita membersihkan noda-noda yang menempel di orang lain. Sebelum menghakimi atau menyalahkan orang lain, cobalah refleksi diri sendiri agar kita tidak jatuh pada kesombongan dan keangkuhan. Sepercik pantun buat anda: Berlari-lari pagi di pematang sawah, Menikmati embun pagi di ujung kaki. Menyalahkan orang lain itu paling mudah, Beranikah kita mengoreksi diri kita sendiri? Wonogiri, bercerminlah dahulu Rm. A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed