|
Puncta 3 April 2026
Jum’at Agung, Mengenang Wafat Tuhan Yohanes 18:1-19:42 KETIKA terjadi serangan teroris di WTC New York pada 11 September 2001, Richard Rescorla menjadi kepala keamanan Morgan Stanley WTC. Ia memandu para pekerja agar menyelamatkan diri dan keluar dari gedung yang akan runtuh. Dengan megaphone ia menenangkan para karyawan yang panik. Ia masih sempat menyanyikan lagu “God Bless America” agar suasana tidak kacau dan semua karyawan tetap tertib. Hampir 2.700 orang yang bekerja di tempat itu bisa keluar gedung dan selamat dari reruntuhan. Ia kemudian masuk kembali dan naik ke lantai 10 untuk memastikan semua orang sudah tidak ada di tempat. Waktu berjalan dengan sangat cepat. Dalam panggilan telepon yang terakhir, sebelum gedung WTC runtuh, dia masih berkata pada istrinya, Susan: “Stop menangis. Aku harus mengeluarkan orang-orang ini dengan selamat. Jika sesuatu terjadi padaku, aku ingin kau tahu aku tidak pernah sebahagia ini." Veteran perang Vietnam ini mewujudkan motto "Saya tidak akan pernah meninggalkan rekan seperjuangan yang gugur" (I will never leave a fallen comrade). Jenazahnya terkubur di bawah reruntuhan WTC dan tidak pernah ditemukan. Ia mengorbankan nyawanya demi keselamatan sesamanya. Pada peringatan wafat Yesus ini, kita bisa merenungkan pengorbanan Yesus untuk menebus dosa-dosa kita. Yesus menerima salib dengan kerelaan hati agar kita diselamatkan dari kegelapan dosa. Yesus seperti anak domba yang tidak memberontak dibawa ke tempat pembantaian. Karena bilur-bilur-Nya kita diselamatkan. Bagaimanakah rasa syukur kita kepada orang yang telah mengorbankan nyawanya demi keselamatan kiat? Apa yang harus kita lakukan untuk membalas cinta-Nya? Semestinya kita menatap hidup ke depan dengan penuh keyakinan bahwa Allah mengasihi kita. Hidup ini sangat berharga karena Allah sendiri yang menebus dengan kematian Putera-Nya. Kita yang kotor karena dosa telah dicuci bersih dengan darah-Nya. Marilah kita hargai hidup ini dengan juga menghargai sesama. Sepercik pantun buat kita: Langit biru sangat indah di angkasa, Bulan purnama mulai menepis senja. Betapa berharganya hidup kita di dunia, Yesus telah menebus kita dari kuasa dosa. Wonogiri, terima kasih atas pengorbanan-Mu Rm. A.Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed