Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki

katekese

Pandita di Pertapaan Argakilasa

5/30/2026

0 Comments

 
Puncta, 30 Mei 2026
Sabtu Biasa VIII
Markus 11:27-33

SETELAH mendapatkan pencerahan ilmu “sangkan paraning dumadi” atau asal usul segala makhluk dari Sang Hyang Dewa Ruci, Bima mendirikan pertapaan di Gunung Argakilasa, bergelar Begawan Bima Suci. 

Ajarannya membawa manusia kepada kebaikan dan keutamaan hidup. Banyak siswa yang berguru kepadanya. 

Akibatnya, Kahyangan geger karena banyak orang yang tidak lagi menyembah Bathara Guru, rajanya para dewa. Kedudukan dan otoritas dewa terancam karena manusia sudah mencapai tingkat spiritualitas yang tinggi.

Raja Hastina dan Begawan Durna secara politis juga terancam karena banyak rakyat yang lebih percaya pada Begawan Bima Suci. 

Popularitas Bima bisa meruntuhkan wibawa Kerajaan Hastina. Maka mereka berusaha untuk membubarkan pertapaan Argakilasa.

Mereka mempertanyakan dan tidak mau menerima otoritas Begawan Bima Suci yang mengajar keutamaan dan kebaikan kepada para muridnya. Mereka ingin menghancurkan reputasi Bima Suci.

Ketika Yesus mengajar di Bait Suci ada beberapa kelompok yang mempertanyakan otoritas-Nya. Mereka adalah Imam-imam kepala, para ahli kitab dan penatua bangsa yang tergabung dalam Majelis Sanhedrin.

"Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu, sehingga Engkau melakukan hal-hal itu?" demikian protes mereka pada Yesus.

Yesus menghadapi mereka dengan tenang dan berwibawa. Justru Dia kemudian balik bertanya kepada mereka. "Aku akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu. Berikanlah Aku jawabnya, maka Aku akan mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu. 

Baptisan Yohanes itu, dari sorga atau dari manusia? Berikanlah Aku jawabnya!" 

Mereka menghadapi dilema yang membingungkan. Kalau dijawab dari sorga, kenapa kita tidak percaya padanya? 

Kalau dijawab dari manusia, kok banyak orang yang percaya bahwa Yohanes adalah seorang nabi besar?

Mereka tertutup oleh kedegilan hati dan pikiran mereka sendiri, sehingga mereka tidak bisa melihat kuasa-kuasa Yesus dan mempercayai bahwa Yesus adalah Mesias. 

Kesombongan dan keangkuhan merekalah yang membuat mereka tidak mempercayai Yesus. 

Apakah kita juga bersikap seperti para imam kepala dan ahli-ahli Taurat itu yang suka mempertanyakan kuasa Tuhan dalam setiap peristiwa hidup kita? 

Apakah kita tidak percaya bahwa Yesus yang bangkit itu adalah Mesias Sang Penebus?

Sepercik pantun buat anda:
Sapi kurban dari anggaran negara,
Membeli sapi dari uang rakyat sendiri.
Yesus adalah Tuhan yang berkuasa,
Ia mampu membangkitkan orang mati.

Wonogiri, kuasa Allah tak terbatas
Rm. A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments



Leave a Reply.

    Archives

    December 2034
    May 2026
    April 2026
    March 2026
    February 2026
    January 2026
    December 2025
    November 2025
    October 2025
    September 2025
    August 2025
    July 2025
    June 2025
    May 2025
    April 2025
    March 2025
    February 2025
    January 2025
    December 2024
    November 2024
    October 2024
    September 2024
    August 2024
    February 2024
    February 2022
    January 2022
    December 2021
    November 2021
    October 2021
    July 2021

    Categories

    All
    Hello Romo!
    Katekese
    Puncta
    Rubrik Alkitab

    RSS Feed

Site powered by Weebly. Managed by Rumahweb Indonesia
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki