|
Puncta 29 Agustus 2026
Pw. Kemartiran St. Yohanes Pembaptis Matius 25:14-30 atau RUybs Markus 6:17-29 PARANOIA adalah kondisi psikologis seseorang yang merasa ketakutan, curiga berlebihan kepada orang lain yang tidak ada dasarnya. Dia merasa orang lain sedang mengancamnya atau mengarah pada kehancurannya. Seorang pemimpin yang mengalami paranoia politik menganggap bahwa ada orang atau kelompok yang sedang mengancam atau merongrong kekuasaannya. Ia selalu curiga terhadap lingkungan sekitar yang hendak menjatuhkannya. Paranoia berasal dari bahasa Yunani. Paranoia bisa diartikan tidak punya pikiran sehat. Orang tidak mampu berpikir dengan pikiran yang bijaksana. Pikirannya berdasar bukan pada fakta tetapi perasaan ketakutan. Pribadi yang dihinggapi paranoia adalah seorang yang selalu salah mengerti dan mencurigai secara berlebihan tanpa dasar yang jelas. Herodes adalah contoh dari pemimpin yang mengidap paranoia politik. Ia selalu mencurigai lawan-lawannya ingin menjatuhkan dari tahta kerajaan. Bahkan keluarganya sendiri dicurigai ingin mengkudetanya. Ia mengeksekusi istri kesayangannya yaitu Mariamne, serta menghukum mati beberapa anak kandungnya sendiri (termasuk Aleksander, Aristobulus, dan Antipater) yang dicurigai mau merebut takhtanya. Ketika Yesus tampil, Herodes mencurigai bahwa Dia adalah Yohanes Pembaptis yang hidup lagi. Ia merasa takut karena Yohanes pernah mengkritiknya. "Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!" kritik Yohanes pedas. Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat. Gila kekuasaan dan sakit paranioa itulah yang kemudian membuat Herodes dengan keji membunuh Yohanes Pembaptis. Bahkan anak-anak kecil di Betlehem juga dibantai karena takut akan muncul raja baru di Israel. Sekarang banyak orang, juga para pemimpin yang mengalami paranoia. Takut kehilangan kedudukan, jabatan, tahta sehingga membuat kebijakan yang keliru karena terlalu curiga pada orang lain. Takut pada suara-suara kritis masyarakat, sehingga mereka dibungkam dengan kekuatan senjata. Takut pada kumpulan-kumpulan atau demo-demo sehingga aparat dikerahkan untuk membubarkan kerumunan. Civil society sangat dicurigai dan ditakuti. Yohanes Pembaptis adalah gambaran orang yang menegakkan kebenaran dan keadilan kendati dia harus berhadapan dengan penguasa yang kejam dan paranoid. Kematiannya dipertaruhkan demi membela masyarakat kecil. Mari kita berjuang menegakkan civil society demi kebenaran dan keadilan di tengah-tengah kita agar cita-cita demokrasi berjalan dengan baik? Sepercik pantun bagi kita: Bendera bajak laut berkibar dimana-mana, Dicurigai akan ada demo lawan penguasa. Pemimpin paranoid selalu punya curiga, Setiap orang akan menjatuhkan tahtanya. Wonogiri, kekuasaan ada masanya Rm. A.Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed