|
Puncta 29 Maret 2026
Hari Minggu Palma, Pengenangan Sengsara Tuhan Matius 26:14-27:66 KALAU kita membaca Injil dari awal sampai akhir, kita akan menemukan ungkapan pernyataan iman tentang siapakah Yesus Kristus. Dari awal kehidupan dan sampai akhir hayat-Nya, Yesus berkarya, mengajar dan menunjukkan pribadi-Nya. Tiap orang yang membaca Injil berproses menuju pengakuan imannya. Di awal Injil sinoptik, siapa Yesus dikabarkan oleh malaikat kepada para gembala. "Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud." Di tengah-tengah Injil, pengakuan Petrus menyatakan siapa Yesus. Ketika Yesus bertanya siapakah Dia, orang banyak menjawab Elia atau nabi lain. Namun, Petrus mengakui imannya: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" Di akhir Injil Matius, melalui peristiwa penyaliban, lewat mulut Kepala pasukan yang menjaga-Nya ia mengakui, "Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah." Pengakuan ini adalah kesimpulannya. Pengakuan iman bahwa Yesus adalah Mesias, Putra Allah yang hidup dilalui lewat pengorbanan-Nya di kayu salib. Salib bukan lambang kekalahan, tetapi justru menunjukkan kemuliaan Kristus. Kemuliaan-Nya diakui oleh orang-orang yang mengelu-elukan Yesus di Yerusalem. Yesus adalah Raja yang datang bukan dengan kekuatan prajurit atau senjata yang memusnahkan tetapi Dia adalah Raja yang lemah lembut penuh kasih bagi siapa pun juga, bahkan musuh-musuh-Nya juga diterima dan diampuni-Nya. Kasih yang demikian besar itulah yang dialami kepala pasukan yang melihat Yesus wafat di salib dan berkata, "Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah." Hanya orang yang punya pengalaman dikasihi Allah, seperti kepala pasukan ini, yang mampu mengakui Yesus sebagai Allah. Apakah penderitaan dan pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib sungguh anda alami sebagai pengalaman kasih Allah yang tak terbatas dan menyentuh hati anda yang paling dalam? Apakah anda mengalami dikasihi sedemikian sampai Allah mengorbankan Putera-Nya yang terkasih? “Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seseorang yang merelakan nyawa bagi sahabat-sahabat-Nya. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu melakukan apa yang Kuperintahkan kepadamu,” itulah pesan Yesus bagi kita sahabat-Nya. Sepercik pantun untuk direnungkan: Dari Jawa menyeberang ke Lampung, Jangan lupa singgah di Kalianda. Salib adalah tanda kasih paling agung, Ia mengorbankan diri bagi dosa kita. Wonogiri, kasih yang luar biasa Rm. A.Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed