|
Puncta 28 Februari 2026
Sabtu Prapaskah I Matius 5:43-48 SIANG yang cerah tanggal 13 Mei 1981 Paus Yohanes Paulus beraudiensi dengan umat yang hadir di lapangan Santo Petrus, Vatikan. Sesudah memberikan berkat, Paus berkeliling menyapa umat yang hadir dengan mobil bak terbuka. Di antara kerumunan orang-orang yang menyambut Paus, Mehmet Ali Agca menyeruak dan langsung menembakkan 8 peluru kepada Paus. Beberapa tembakan menembus dada Paus dan lengannya. Ia roboh dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Setelah selamat dari penembakan, Paus memberikan pengampunan yang tulus kepada Mehmet dan mengunjunginya selama di penjara pada Natal 27 Desember 1983. Ketika Paus tiba di sel Mehmet di Penjara Rebibbia di Italia, ia menatap calon pembunuhnya itu, menjabat tangannya, dan Mehmet mencium tangan Paus Yohanes Paulus II. Keduanya berbicara dengan tenang selama 21 menit. Yohanes Paulus berkata, "Apa yang kami bicarakan harus tetap menjadi rahasia antara dia dan saya, saya berbicara kepadanya sebagai saudara yang telah saya ampuni, dan yang memiliki kepercayaan penuh saya." Setelah pertemuan itu, keduanya berjabat tangan dan Paus memberi Mehmet hadiah kecil dalam kotak putih, sebuah rosario dari perak dan mutiara. Paus memberi contoh bahwa pengampunan itu bisa dilakukan oleh siapapun. Kita semua perlu diampuni oleh orang lain, jadi kita semua harus siap untuk memaafkan. Minta maaf dan memberikan pengampunan adalah sesuatu yang sangat berharga bagi kita semua. Itu adalah langkah awal untuk hidup damai dan tenang. Yesus berkata, “Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” Kasih yang radikal dan universal itu telah dimulai dari Tuhan Yesus sendiri. Ia mengampuni orang-orang yang menyalibkan-Nya. "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Di kayu salib Ia juga mengampuni penjahat di sampingnya. Asal kita mau minta ampun kepada Tuhan, Ia akan mengampuni kita dengan belaskasih-Nya sebagaimana Ia memberikan matahari baik kepada orang benar maupun juga kepada orang jahat. Apakah kita juga berani mengampuni seperti Allah yang mengampuni kita? Mengampuni musuh apakah bisa? Santo Yohanes Paulus telah membuktikan Jadilah sempurna seperti Bapa. Ia mengasihi kita tanpa membeda-bedakan Wonogiri, kasih yang sempurna Rm. A.Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed