|
Puncta 13 september 2026
Minggu Biasa XXIV Matius 18:21-35 KERAHIMAN Tuhan nampak dalam tindakan Uskup Myriel kepada Jean Valjean. Ketika Valjean diberi tumpangan dan makan malam yang sedap, ia malah tertarik dengan senduk dan garpu dari perak yang mahal. Valjean baru saja keluar dari penjara. Dia tak punya gantungan hidup dan masa depan. Dengan mencuri senduk garpu perak, dia bisa memulai kehidupan baru. Maka setelah makan malam, dia menyelinap ke dapur untuk mencuri peralatan perak. Malang tak bisa ditolak, Uskup Myriel yang murah hati memergoki perbuatannya. Tanpa pikir panjang dihantamnya sang uskup sampai pingsan. Ia lari dengan hasil curiannya. Tapi polisi menangkap dan menggiringnya kembali ke wisma uskup. Polisi kaget ketika bapak uskup menyapa; “Jangan lupa, jangan pernah lupa. Kau semalam bilang akan menjadi manusia baru." Valjean menjawab, “Aku berjanji. Tapi kenapa kau lakukan ini padaku?” “Jean Valjean, saudaraku,” kata Bapak Uskup lirih. “Kau bukan lagi milik kejahatan. Dengan perabotan perak ini aku telah membeli jiwamu. Aku telah menebusmu dari ketakutan dan kebencian. Kini aku mengembalikanmu kepada Tuhan.” Sejak saat itu Valjean berubah dari seorang bekas narapidana menjadi dermawan dan pengampun bagi yang membencinya. Kolonel Javert yang terus memburunya tetap diampuni kendati dia ingin menjebloskannya ke dalam penjara. Ini adalah adegan awal dari Film "Les Miserables" yang terkenal itu. Yesus mengajarkan kepada Petrus tentang pengampunan. Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.” Perumpamaan hamba yang jahat dilawankan dengan raja yang murah hati. Raja itu mengampuni hambanya yang berhutang sepulur ribu talenta. Sebaliknya hamba itu tidak mau melunaskan temannya yang berhutang seratus dinar saja. Tidak mudah untuk mengampuni. Petrus hanya sanggup sampai tujuh kali. Tetapi Tuhan menghendaki kita harus bisa mengampuni terus menerus tanpa batas, seperti Bapa yang selalu mengampuni tiada henti. Mari kita mohon kekuatan Tuhan agar kita bisa mengampuni saudara kita jika dia datang meminta pengampunan. Berbahagialah kita jika mampu mengampuni saudara kita. Sepercik pantun buat anda: Jalan-jalan ke Pantai Wonosari, Sungguh indah ombak di Pantai Drini. Tidak hanya sampai tujuh kali mengampuni, Tetapi terus menerus tidak pernah berhenti. Wonogiri, belajar mengampuni Rm.A.Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed