|
Puncta 27 April 2026
Senin Paskah IV Yohanes 10:11-18 KETIKA tentara Jepang mulai menjajah Indonesia, mereka mengambil alih semua fasilitas yang dikuasai Belanda. Bahkan bangunan-bangunan strategis milik misi pun juga direbut paksa untuk diambil alih demi kepentingan pendudukan Jepang. Oktober 1945 pecah perang lima hari di Semarang. Waktu itu Mgr. Albertus Soegijopranoto tinggal di Gereja Gedangan. Beliau menunjukkan keberpihakannya kepada Republik. Maka Gereja Gedangan dipakai untuk persembunyian tentara Republik yang diserang dan dikejar tentara penjajah. Ketika tentara Jepang dibawah komando Mayor Kido mau menggeledah Gereja Gedangan, Mgr. Soegijo berkata dengan lantang; “Gereja adalah tempat yang suci. Saya tidak akan memberi ijin tuan masuk. Penggal dulu kepala saya, tuan baru boleh memasukinya…!!” Itulah sikap tegas seorang gembala. Mgr. Soegijo melindungi tempat suci sekaligus domba-domba yakni para tentara Republik yang bersembunyi di dalam kompleks Gereja. Beliau berani mati untuk membela domba-dombanya. Tidak semua tentara yang bersembunyi itu beragama Katolik. Tetapi Mgr. Soegijo melindungi mereka dari bahaya. Bagi Mgr. Soegijo mereka semua adalah domba-domba yang harus diselamatkan. Maka beliau siap menanggung segalanya demi keselamatan mereka. Yesus berkata, “Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu.” Seorang gembala tidak memikirkan kepentingan dirinya sendiri, tetapi melindungi kawanannya dan rela berkorban bagi domba-dombanya. Keselamatan kawananlah yang lebih diutamakan daripada nyawanya sendiri. Semoga para gembala kita rela berkorban dan mau melayani domba-domba Tuhan seperti semangat Mgr. Soegijo yang ditanamkan menjadi teladan bagi kita semua. Sepercik pantun buat anda: Ada pemuda termangu di jembatan, Ia terjun karna cinta tak kesampaian. Gembala yang baik rela berkorban, Bukan malah bisnis cari keuntungan. Wonogiri, siap berkorban Rm. A. Joko Purwanto,Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed