Paroki St. Yohanes Rasul Wonogiri
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki

katekese

Pengorbanan Burung Pelikan

4/23/2026

0 Comments

 
Puncta 23 April 2026
Kamis Paskah III
Yohanes 6:44-51

DALAM tradisi Gereja abad-abad permulaan, kita menemukan banyak gambar, ukiran, patung dan cerita tentang burung pelikan yang mengorbankan dirinya untuk kehidupan anak-anaknya. 

Lambang itu bisa kita jumpai di altar, di tabernakel, dinding  gereja dan benda-benda liturgis lainnya.

Tongkat kegembalaan Uskup Agung Semarang juga mengambil ukiran burung pelikan. Di dinding atas pintu ruang perjamuan terakhir Yesus dengan murid-murid-Nya di Yerusalem juga ada ukiran burung pelikan. 

Simbolisme kisah burung pelikan yang memberikan darahnya untuk menghidupi anak-anaknya pada masa kelaparan dipakai sebagai gambaran Yesus Kristus yang mengorbankan Diri-Nya untuk menebus dosa umat manusia.

Dikisahkan pada masa kekeringan dan kelaparan, anak-anak pelikan hampir mati karena tidak ada makanan. Induk pelikan itu melukai temboloknya sendiri dengan ujung paruhnya sehingga keluar darah segar. 

Anak-anak pelikan itu minum darah induknya agar bisa bertahan hidup. Induk Pelikan itu mati demi masa depan anak-anaknya.

Burung pelikan melambangkan Tuhan Yesus, Penebus kita, yang memberikan hidup-Nya untuk menyelamatkan kita dan berkat kematian-Nya kita bisa hidup sebagai anak-anak Allah. 

Yesus berkata, “Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.”

Yesus Kristus telah memberikan Tubuh dan Darah-Nya. Ia menebus kita dengan kematian-Nya. Ekaristi adalah tempat yang istimewa, dimana kita bisa menerima Tubuh dan Darah-Nya. Dalam Ekaristi kita ditebus dan diampuni serta dihidupkan kembali.

SantoThomas Aquinas menegaskan pengorbanan Yesus dalam himne “Adoro Te Devote.” 

Lirik lagunya berkata, “Pie pelicane, Iesu Domine, Me immundum munda tuo sanguine, Cuius una stilla salvum facere, Totum mundum quit ab omni scelere.”

“Wahai Pelikan yang Baik, Tuhan Yesus, Sucikanlah aku yang najis ini dengan darah-Mu: Satu tetes saja (darah-Mu) mampu menyelamatkan, Seluruh dunia dari segala dosa..”

Kita semua adalah anak-anak pelikan yang haus dan kelaparan. Marilah kita datang kepada Yesus, Sang Pelikan penuh cinta. 

Dia mengundang kita dalam Ekaristi-Nya, karena di sana Ia memberikan tubuh dan darah-Nya untuk menebus dosa-dosa kita.

Sepercik pantun buat anda:
Pejabat hidup berkelimpahan harta,
Rakyat bawah harus berjuang sekuat tenaga.
Pengorbanan Yesus tiada batasnya,
Menebus kita dengan tubuh dan darah-Nya.

Wonogiri, Pelikan yang baik hati
Rm. A.Joko Purwanto, Pr
0 Comments



Leave a Reply.

    Archives

    December 2034
    April 2026
    March 2026
    February 2026
    January 2026
    December 2025
    November 2025
    October 2025
    September 2025
    August 2025
    July 2025
    June 2025
    May 2025
    April 2025
    March 2025
    February 2025
    January 2025
    December 2024
    November 2024
    October 2024
    September 2024
    August 2024
    February 2024
    February 2022
    January 2022
    December 2021
    November 2021
    October 2021
    July 2021

    Categories

    All
    Hello Romo!
    Katekese
    Puncta
    Rubrik Alkitab

    RSS Feed

Site powered by Weebly. Managed by Rumahweb Indonesia
  • Home
  • Profil Paroki
  • Katekese
  • Pelayanan
  • Berita Paroki