|
Puncta 11 Mei 2026
Senin Paskah VI Yohanes 15:26 – 16:4a BARU-BARU ini terjadi pembubaran kegiatan nobar (nonton bareng) film berjudul Pesta Babi di Universitas Mataram NTB. Sungguh aneh bahwa kampus sebagai wahana intelektual untuk diskusi dan mengeluarkan pendapat dibungkam oleh pihak rektorat. Dari Film dokumenter Pesta Babi kita tahu sejatinya kondisi masyarakat adat Papua yang tergusur karena pembangunan besar-besaran untuk pembukaan lahan. Atas nama pembangunan, masyarakat adat dikurbankan harus kehilangan wilayah, mata pencaharian, identitas budaya dan sumber kehidupan mereka. Masyarakat kita baru terbuka betapa hancurnya suatu suku bangsa dikarenakan pembangunan nasional dengan berdalih demi kepentingan bangsa. Film itu harus disebarkan agar rakyat tahu pembangunan ini untuk siapa. Kalau pemerintah melarang film ini, semakin jelas penguasa sudah tuli dan tidak mau mendengar kritik dari masyarakat. Kalau aparat dipakai untuk merepresi kaum sipil, menjadi jelas pemerintah bersikap otoriter dan menutup kebebasan bersuara. Yesus berpesan kepada para murid-Nya untuk bersaksi tentang kebenaran dan keadilan. “Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku." Namun kita juga harus siap dengan dampak dari keberanian kita bersaksi. Yesus dari awal sudah mengingatkan. “Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah.” Apa yang dialami oleh aktivis Andri Yunus sudah bisa menjadi pratanda bagi para pejuang keadilan. Mereka yang berani melawan otoritarianisme akan disingkirkan. Andri Yunus disiram dengan air keras. Tidak heran dan mungkin bisa terjadi film Pesta Babi akan dibreidel dan dilarang tayang oleh penguasa sebagai bentuk pembekuan kebebasan berekspresi dan berpendapat. Yesus sudah mengingatkan kepada para murid-Nya bahwa para murid akan menghadapi tantangan yang berat. “Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu." Hal ini tidak Kukatakan kepadamu dari semula, karena selama ini Aku masih bersama-sama dengan kamu.” Mari kita terus bersaksi tentang kebenaran dan keadilan. Pada saatnya kebenaran akan menang dengan caranya sendiri dan Tuhan akan membuka mata semua orang mana yang benar dan mana yang salah. Sepercik pantun buat anda: Nonton Pesta Babi dibubarkan, Apa gunanya UU kebebasan bersuara. Jangan takut wartakan kebenaran, Walau dihadang kesulitan dan bahaya. Wonogiri, terus wartakan kebenaran Rm. A.Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed