|
Puncta 11 April 2026
Sabtu Oktaf Paskah Markus 16:19-31 KETIKA Petruk dan Bagong diutus ke Negeri Amarta untuk memberitahukan kepada Raja Yudistira dan para Pandawa, bahwa Semar abdi mereka ingin membangun Kahyangan, para ksatria itu tidak percaya. Kresna dan Baladewa bahkan marah karena Semar dianggap akan mengganggu ketentraman Kahyangan tempat para dewa. Maka mereka menolak mentah-mentah maksud Semar dan berusaha membatalkannya. Membangun Kahyangan itu adalah membangun mental dan moral masyarakat agar hidup damai dan tentram seperi di Kahyangan Suralaya. Semar ingin agar masyarakat hidup rukun dan bahagia menjalankan kewajibannya dengan baik dan benar. Tetapi maksud baik itu tidak diterima oleh para pejabat Kerajaan Amarta. Bahkan Semar dibully, dilecehkan sebagai orang kecil, hamba yang tidak diperhitungkan di hadapan pemangku kepentingan. Demikianlah nasib Maria Magdalena, seorang perempuan yang pernah dirasuki tujuh setan, namun disembuhkan oleh Yesus, tidak dipercaya oleh par muird. Bahkan dua orang murid yang pulang ke Emaus juga tidak dipercaya. Saksi-saksi kebangkitan itu dianggap hanya omon-omon saja. Hanya dianggap omong kosong dan suara mereka seperti angin lalu belaka. Mereka tidak percaya dan meremehkan apa yang dikatakan oleh saksi-saksi pertama. Melihat kedegilan dan ketidakpercayaan mereka, Yesus sendiri menampakkan diri kepada para murid-Nya. Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya. Menjadi saksi kebenaran itu tidak mudah. Ada banyak tantangan dan penolakan. Tidak semua orang akan menerima gagasan baik yang kita tawarkan. Lebih mudah mewartakan berita hoax atau kebohongan daripada menawarkan kebaikan dan kebenaran. Tetapi Yesus menegaskan supaya kita terus mewartakan kebenaran dan kebaikan Tuhan. Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.” Tugas perutusan ini sekarang dipercayakan kepada kita semua. Sepercik pantun buat anda: Kasus di Karo membuka mata, Keadilan bukan untuk rakyat jelata. Wartakanlah kabar sukacita, Kebenaran Injil untuk siapa saja. Wonogiri, beritakan kebenaran Rm. A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed