|
Puncta 29 Mei 2026
Jum’at Biasa VIII Markus 11:11-26 SEORANG anak laki-laki senang bermain di dekat pohon mahoni yang rindang. Si Mahoni senang dengan memberi kesejukan dan keteduhan. Sesudah dewasa, anak itu pergi berkelana cukup lama. Mahoni merasa kesepiah tidak ada yang memeliharanya. Ketika pemuda itu kembali, Mahoni berkata, “Aya datanglah kemari berteduh di bawahku.” Namun pemuda itu menjawab, “Aku tidak ada waktu, aku ingin punya rumah tempat tinggal.” Lalu Mahoni menjawab, “Tebanglah aku, kayu-kayuku bisa dipakai untuk bangun rumah.” Pemuda itu menebang Mahoni dan menyisakan sedikit pokoknya. Ia membuat rumah. Tetapi karena tugas, dia sering pergi dari rumahnya. Mahoni merasa kesepian dan sendiri lagi. Sesudah tua, orang itu kembali ke rumahnya. Ia merasa lelah menjalani hidup yang berat. Pohon mahoni tua menghiburnya dengan berkata, “Datanglah padaku Pak Tua, bersandarlah di sisiku. Kita bisa saling menguatkan satu sama lain.” Pak tua itu duduk dengan lega di bawah Pohon tua yang merasa masih bisa berguna. Yesus melihat ada pohon ara yang lebat daunnya. Tetapi dia tidak menghasilkan apa-apa. Pohon itu dikutuk, “Jangan lagi seorang pun makan buahmu untuk selama-lamanya.” Sabda Yesus sungguh terjadi, pohon itu keesokan harinya menjadi kering. Hidup kita bisa digambarkan seperti pohon. Kita semestinya menghasilkan buah-buah yang baik agar berguna bagi orang banyak. Buah yang baik berasal dari pohon yang baik. Agar pohon bertumbuh dengan baik, ia juga harus dirawat dan dipelihara. Hati yang baik akan menghasilkan buah-buah pikiran dan tindakan yang baik. Hati yang baik diibaratkan sebagai Bait Suci Allah. Bait Suci dibersihkan dari hal-hal yang mengganggu dan mengotori. Tindakan Yesus mengusir pedagang-pedagang dari Bait Suci adalah simbol pembersihan hati kita sebagai tempat Allah bersemayam. Hati yang jernih dan bersih akan menghasilkan buah pikiran dan tindakan yang bersih pula. Pohon ara yang tidak berbuah akan ditebang. Bait Suci yang tidak bersih akan disucikan agar hati menjadi bersih dan menghasilkan buah-buah yang baik bagi sekitarnya. Sepercik pantun buat anda: Ada hal ajaib dari Pekalongan, Gadis hamil tanpa berhubungan badan. Hasilkanlah buah-buah kebaikan, Dari hati yang suci penuh belaskasihan. Wonogiri, bersihkan hati sucikan pikiran Rm.A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed