|
Puncta 15 Mei2026
Jum’at Paskah VI Yohanes 16:20-23a SETELAH duapuluh lima tahun jadi imam, saya tidak naik gunung lagi. Tetapi untuk merayakan pesta perak imamat yang lalu saya ingin menikmati indahnya puncak gunung. Kami memilih yang tidak tinggi yakni Gunung Mongkrang (2.194 mdpl), sebuah puncak dalam gugusan Gunung Lawu Selatan yang sering menjadi tujuan pendakian santai. Kami bertujuh naik dari Tawangmangu saat subuh yang masih gelap. Udara dingin dan pagi yang gelap menyelimuti. Walau demikian kaki terus melangkah naik dan mendaki dengan pelan. Makin di ketinggian perjalanan makin terjal. Karena lama tidak mendaki gunung, kaki rasanya penat dan berat melangkah. Lelah, letih dan pegal di badan harus dikalahkan demi mencapai puncak. Derita dan sakit, beban dan kesulitan harus dibuang jauh untuk bisa melihat sunrise yang indah. Saat sudah berada di puncak Mongkrang, pemandangan indah mengagumkan luar biasa. Melihat matahari terbit perlahan-lahan di cakrawala dengan warna-warna jingga keemasan sungguh mengagumkan. Segala beban derita, sakit, kelelahan dan keletihan hilang seketika. Perjuangan berat selama pendakian terbayar sudah dengan keindahan alam yang menakjubkan. Seperti kebahagiaan seorang ibu yang baru saja melahirkan. Demikianlah Yesus menghibur para murid yang akan berpisah dengan-Nya. Dalam amanat perpisahan-Nya, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: ”Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita.” Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia. Dalam kehidupan ini kita juga sering mengalami kehilangan, berpisah dan ditinggalkan oleh orang-orang yang kita kasihi. Kita mengalami beban dan derita, susah dan dukacita. Tetapi kita punya harapan bahwa sesudah perjuangan, kita akan memperoleh sukacita dan kebahagiaan. Kita diminta untuk bersabar dan tekun menantikan janji Tuhan. Ia tidak akan meninggalkan kita. Ia akan menyertai kita dengan Roh Kudus-Nya. Ia akan berjalan bersama kita menapaki jalan yang berlekuk liku. Yesuslah sahabat setia yang akan selalu mendampingi kita. Sepercik pantun buat anda: Mendaki ke Gunung Mongkrang, Dari jauh lihat Telaga Sarangan. Walau sering ragu dan bimbang, Tetap jalan mengandalkan Tuhan. Wonogiri, jalan bersama Tuhan Rm. A. Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed