|
Puncta 21 April 2026
Selasa Paskah III Yohanes 6:30-36 SETIAP orang membutuhkan makanan, karena makanan adalah kebutuhan pokok agar manusia bisa hidup. Roti adalah makanan pokok orang Yahudi. Berbicara tentang roti pasti mereka teringat akan manna, roti yang diberikan Musa di padang gurun. Setelah peristiwa pergandaan lima roti dan dua ikan, mereka mencari Yesus untuk menjadikan-Nya raja, agar dapat membuat mukjizat terus dan mengenyangkan mereka setiap hari. Mereka hanya berpikir tentang kebutuhan jasmani saja. Yesus mengarahkan perdebatan dengan mereka agar orang-orang Yahudi mempunyai pemahaman yang benar bahwa bukan Musa yang memberi roti tetapi Allah Bapa di sorga yang memelihara hidup mereka. Kalau dahulu Allah memberi manna, sekarang Allah yang sama memberikan Yesus sebagai Roti Hidup yang akan menjamin keselamatan sampai pada hidup yang kekal. “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku ia tidak akanhaus lagi.” Yesus mengungkapkan Diri-Nya sebagai Roti Hidup. Dengan menyejajarkan peristiwa manna di padang gurun, Yesus mewahyukan Diri-Nya sebagai Roti yang turun dari sorga. Barangsiapa datang kepada Yesus dan percaya kepada-Nya akan memperoleh hidup yang kekal. Sebagaimana yang diyakini Stefanus pada bacaan pertama, ia mengikuti Yesus dengan iman yang teguh. Kematiannya menyerupai kematian Yesus di salib. Stefanus menyerahkan rohnya ketika dirajam sama seperti Yesus yang berdoa, 'Bapa, ke dalam tangan-Mu kuserahkan rohku'.” Yesus mengampuni para pembunuh-Nya, demikian juga Stefanus mendoakan mereka yang melempari batu kepadanya. 'Tuhan, janganlah Engkau menuntut dosa ini kepada mereka' kata Stefanus menjelang ajanya. Yesus adalah sumber hidup yang memberi keselamatan kekal kepada siapapun yang percaya kepada-Nya. Sebagaimana Stefanus yang percaya pada Yesus, ia menyatukan hidupnya kepada Kristus. Ia pun mati menyerupai cara-Nya karena dia percaya Yesuslah Jalan Kebenaran. Yesuslah Sang Roti Hidup itu sendiri. Sepercik pantun buat anda: Kalau sedang jalan-jalan di kota Paris, Jangan lupa ke Galeries Lafayette membeli syal. Yesus tidak memberi makan bergizi gratis, Ia mengorbankan Diri-Nya demi kehidupan kekal. Wonogiri, Yesus adalah roti kehidupan Rm. A.Joko Purwanto, Pr
0 Comments
Leave a Reply. |
Archives
December 2034
Categories |
RSS Feed